Natal merupakan Sukacita bagi semua Bangsa


Partukkoan - Samosir

Hari ini adalah hari Natal, tepat di tanggal 25 Desember seluruh dunia merayakan hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Kelahiran Tuhan Yesus Kristus jauh sebelumnya telah dinubuatkan oleh para nabi-nabi dengan tujuan untuk menebus dosa-dosa manusia.

Kasih Allah yang begitu besar membuatNya harus turun dan sama menjadi Manusia dalam rupa Kristus Tuhan Yesus. Hal itu yang sering disebut dengan Trinitas, Tuhan sebagai Bapa, Anak dan juga Roh Kudus.

Namun tahukah kita sesungguhnya arti natal itu?. Sebagaimana kita lihat Natal saat ini sudah menjurus pada hal-hal duniawi, bahkan makna natal kini mulai terkikis dan tergerus. Tidak jarang momen natal dijadikan sebagai waktu untuk bersenang senang, melakukan hura-hura atau barang kali hanya sekedar bersua dengan keluarga, berbelanja ke mal-mal dan yang paling parah terkadang hari Natal dilakukan untuk menunggu "amplop" dari hal-hal yang tidak jelas.

Jauh dari yang diterangkan semua di atas, Natal atau Kelahiran Tuhan Yesus merupakan "Gerbang" keselamatan manusia, sebab tanpa Natal maka dipastikan hari wafatnya Isa Al Masi tidak akan ada. Itu artinya penebusan dosa tidak akan pernah terjadi.

Mestinya kita harus sadar betul, bahwa semua ini terjadi akibat Kasih Allah begitu besar kepada manusia sehingga natal itu jadi ada. Natal ada dikarenakan Tuhan ingin hubungan manusia terjalin kembali setelah dosa memisahkan antara Pencipta dan manusia.

Pendeta Stephen Tong mengatakan, makna natal bagi umat kristiani dan juga bagi banyak orang adalah hari yang bersukacita bersama bagi segala bangsa.

"Memang ini yang dicantumkan di dalam kita suci pada waktu malaikat gibrael memberitakan tentang Natal kepada orang-orang yang miskin didalam tengah-tengah malam masih menjaga domba diluar kota betlehem" kata Pria kelahiran 5 September 1940 itu.

Sekarang aku beritakan kepadamu lanjut dia mengutip dari kita suci, suatu kabar sukacita yang menyangkut segala bangsa.

"Kalimat ini penting sekali. Hari yang mempunyai makna untuk segala bangsa, karena Tuhan telah mengaruniakan anakNya yang tunggal ke dalam dunia ini sebagai hadiah terbesar dari surga untuk umat manusia, sehingga manusia yang mengenal Kristus dan menerima kedatanganNya di dalam dunia ini dan menyambut Dia didalam hati akan mendapat bahagian yang paling besar, karena ini wujudnya cinta Tuhan kepada umat manusia" ucap Stephen Tong.

Dari situ dapat dimaknai bahwa, Natal merupakan kabar sukacita bagi segala bangsa, dan merupakan hadiah terbesar sebagai wujud KasihNya kepada umat manusia sebagai karyaNya yang paling mulia dari ciptaan lainnya.

Untuk itu, dalam tulisan ini, penulis mengajak agar kita memaknai natal dengan dua hal yaitu, memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan dan menjadikan diri kita sebagai berkat bagi yang lainnya.

Oleh: Marcopolo Sitanggang
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment