Setelah 10 transplantasi organ tubuh, bocah ini akhirnya Natalan pertama bersama keluarga

Jakub bersama kedua orang tuanya/ foto: Dailymail
Partukkoan - Samosir

Penyakit yang menimpa bocah ini membuatnya harus terus berada di rumah sakit dalam pengawasan dokter. Selama tiga tahun dia harus menahan penyakit kanker usus turunan dan telah mengalami 10 kali  transplantasi organ. Berkali-kali tubuhnya menolak organ yang ditranspalantasikan karena ketidaksesuain pada kondisi tubuhnya.

Selama enam tahun Jakub Steczikiewicz, bocah dari Luton, Bedfordshire itu mengalami penderitaan dan dia berkeinginan untuk hidup dalam suasana natal ini. "Ma, saya hanya ingin hidup" katanya kepada ibunya Edyta seperti dikenangnya tahun lalu ketika Jakub berada dirumah sakit dalam pengawasan intensif.

Tiga bulan sebelumnya, Jakub mengalami kegagalan transplantasi lima organ tubuh. Dan kini ia berjuang kembali untuk melakukan transplantasi dengan kemungkinan hidup yang sangat kecil.

Keputusan dokter untuk mengulang kembali transplantasi merupakan hal yang sangat mengejutkan.

"Untuk seorang anak melakukan satu transplantasi multi-organ saja sulit, apalagi sebanyak dua dan itu sangat menakjubkan. Fakta bahwa dia masih hidup dan pulih di rumah adalah sukacita untuk dia dan keluarganya dan kebanggan bagi tim kami" kata Dr Jonathan Hind yang memimpin tim transplantasi di King College Hospital London dikutip daru Dailymail Minggu (27/12/2015).

Sel-sel syaraf yang mengendalikan otot otot usus secara permanen menyempit yang menyebabkan limbah makanan tidak dapag dikeluarkan. Sehingga terjadi sembelit, berat badan naik dan perut membengkak. Akibat makanan tidak dapat dicerna, Jakub secara intravena untuk tetap hidup.

Tim medis mengatakan kepada Artur ayah jakub dan Edyta, bahwa satu satunya pilihan adalah transplantasi multi-organ. Organ yang dimaksud adalah usus besar, usus kecil, hati, pankreas dan perut.

Pada September tahun lalu dokter melakukan operasi tujuh jam untuk menghapus dan mengganti organ utama. Itu dianggap sukses dan tiga minggu kemudian ia diberhentikan. Sebuah tabung mengambil susu langsung ke perutnya dipasang, dan ia mampu mencerna makanan untuk pertama kalinya.

"Tapi dua hari setelah kami sampai di rumah, Jakub mengalami demam hingga suhu mencapai 41C. Kami bergegas membawanya kembali ke rumah sakit dan diberitahu tubuhnya menolak organ." kata ibunya.

Jakub kemudian diberi obat anti-penolakan tetapi dengan catatan dihapuskan sistem kekebalan tubuhnya, yang memungkinkan virus tumbuh tak terkendali.

Transplantasi kedua pada bulan Agustus kemudian dilakuka  lagi, sekali lagi, tubuhnya awalnya menolak organ, tetapi dengan pengobatan yang lebih imunosupresan dan steroid ia mulai membuat pemulihan yang lambat tapi mantap.

Sekarang Jakub berada di rumah dengan orang tuanya, Jakub memiliki rutin check-up ke rumah sakit serta tetap melakukan fisioterapi mingguan di rumah untuk membangun kembali kekuatannya.

Transplantasi kedua telah dilakukan dengan baik, dan orang tua Jakub menyerahkan segalanya kepada Tuhan. "Saya bersyukur bisa bersama dengan Jakub di rumah ini di saat natal" kata Edyta. (H. Sihotang)

Editor: Marcopolo
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment