Ini penjelasan Jonru saat hendak dituntut Agus Suparto

Partukkoan - Samosir

Persoalan foto Presiden yang dikritik Jonru kini menjadi heboh, pasalnya Agus Suparto melalui akun fb nya mengatakan akan menuntut.

"Ini sudah kelewatan" jawabnya membalas akun @Rakhmat Koes

"Mau sembunyi kemanapun akan saya kejar dan saya tuntut secara UU" lanjut Agus Suparto

Sementara menanggapi hal itu, Jonru yang dikenal dengan kritikannya telah meminta maaf dan telah menghapus status kritikan yang dibuatnya.

Demikian penjelasan Jonru atas niat Agus Suparto yang hendak menuntutnya didalam dinding komentar akun Akbar Mappaleo:

1. Pada status tersebut, saya tidak menuduh siapapun. Saya hanya bertanya, apakah foto ini asli atau editan.

2. Saya bahkan sudah berjanji di status tersebut, bahwa jika saya keliru, maka postingnya akan saya hapus segera, dan ini sudah saya lakukan.

3. ANDAI foto tersebut editan, maka pelakunya bisa siapa saja. Tidak harus fotografernya. Jadi tidak ada bukti dan tidak ada alasan logis bahwa saya menuduh fotografernya sebagai pelaku.

Dari segi teknis fotografi, SI PEMOTRET pasti selalu menghasilkan foto yang asli. Ketika sebuah foto diedit, maka pelakunya bisa siapa saja. Bahkan bisa saja pelakunya adalah orang yang tidak kenal dengan si fotografernya.

Ini adalah logika umum yang tentu bisa dipahami oleh siapa saja. Dari logika ini, maka tidak ada bukti bahwa saya menuduh fotografernya.

4. Lagipula saya sudah meminta maaf dan menghapus posting yang keliru tersebut. Bahkan permintaan maaf saya sudah diberitakan di beberapa media.

5. Saya tidak menyebut nama siapapun sebagai pelaku pada status tersebut. Jadi tidak ada nama atau orang yang dipermalukan, dst.

Maaf, saya bukan bermaksud ngotot atau membela diri, karena itu bukan karakter saya.

Teman-teman mungkin masih ingat, ketika dulu saya mengcopas tulisan yang isinya menuduh HS sebagai admin Islamtoleran, saya langsung minta maaf, karena saat itu memang saya yang salah kepada beliau.

Untuk kasus foto Jokowi ini, ceritanya beda. Sebab sama sekali tidak ada bukti bahwa saya menuduh fotografernya.

Namun demikian, jika mas Agus Suparto merasa dituduh oleh saya, merasa tidak nyaman oleh status saya, maka saya meminta maaf sebesar-besarnya.

Dan saya bukan tipe orang yang suka bersembunyi. Jika mas Agus Suparto hendak mempolisikan saya, dipersilahkan. Insya Allah saya siap mengikuti proses persidangan dst.

Terima kasih banyak, salam sukses selalu!

Sementara Akbar Mappaleo dalam akunnya memberikan pendapat yang elegan dengan menjelaskan kesalahan yang dibuat Jonru.

"Selamat Pagi Bang Jonru. 
Menurut saya nih, mungkin secara tidak langsung Bang Jonru menuduh foto itu editan atau rekayasa. Kesalahan yang bang jonru lakukan adalah menempatkan simbol tanda panah pada foto tersebut. Itu sebenarnya sudah mengandung indikasi bahwa ada unsur 'penuduhan' di situ. Seolah-olah bang jonru ingin menunjukkan, ini loh indikator bahwa foto ini hasil manipulasi aplikasi grafis. Celakanya, ratusan atau bahkan ribuan teman-teman di sini mengiyakan atau sepakat bahwa foto ini adalah rekayasa. 

Kemudian, kesalahan bang jonru lainnya, cmiiw, adalah menghapus copyright sudut kiri bawah. Text: AGUS SUPARTO/PRESIDENTIAL PALACE. Dalam dunia hak cipta karya fotografi, ini sebenarnya sudah masuk kategori pelanggaran hak cipta. (sayang postingannya sudah di hapus, tetapi screen capture yang saya dapati memang copyrightnya dicrop) 

Ketika sebuah foto memiliki copyright, maka kita tidak bisa mempublikasiannya tanpa izin dari pemilik foto. Ini sudah pelanggaran lagi. 

Ini sekedar pendapat aja bang" Tulis Akbar Mappaleo.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment