Kakek Bejat di Sidikalang Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur



Partukkoan-Dairi

Seorang kakek berinisial MS  (59), warga Jalan Ahmad Yani Sidikalang di laporkan ke Mapolres Dairi, karena ulah bejatnya dalam dugaan kasus pencabulan anak dibawah umur.

Dugaan pencabulan itu terjadi di rumah tersangka MS pada hari kamis (21/1) lalu, dan dilaporkan ke Mapolres Dairi oleh Ibu kandung korban boru Pasaribu pada hari Jumat (22/1). Ironisnya korban sebut saja Ayu (nama samara) masih berusia 8 tahun dan duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Kapolres Dairi AKBP Ahmad David, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Heri Sofian, SH kepada wartawan  di Mapolres Dairi (25/1) menuturkan, bahwa sesuai dengan Laporan orangtua korban dengan LP Nomor : LP/21/I/2016/SU/DR/2016, kronologis kejadian berawal saat dirinya (ibu kandung korban-red) sedang mencari korban Ayu di seputaran SD. N 034781 Batang Beruh Sidikalang, tempat dirinya mengajar (Guru), dan korban Ayu juga bersekolah di tempat yang sama.

“Menurut Ibu korban, biasanya korban yang pulang sekolah terlebih dahulu, selalu  menunggu ibunya di lingkungan sekolah, akan tetapi saat kejadian, ketika si ibu hendak memanggil korban, korban sudah tidak ada di lingkungan sekolah”, tutur Heri

Kasat Reskrim Heri Sofian didampingi, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Suandi Simangunsong, dan Kasubag Humas Polres Dairi, Iptu Manusun Hutasoit mengatakan, pada saat Ibu korban mencari hingga ke luar Komplek Sekolah, Ibu korban melihat Tas sekolah korban berada didalam rumah tersangka kakek MS, persisnya diatas kursi. selanjutnya Ibu korban memasuki rumah Tsk yang saat itu sedang terbuka.

Pada saat Ibu korban memasuki rumah TSK seraya memanggil nama anaknya, Ibu korban melihat  anaknya bersama TSK baru keluar dari Kamar mandi TSK, dan kancing celana panjang yang dikenakan TSK tampak tidak dikancing. Dengan sedikit emosi Ibu korban berteriak seraya menampar TSK, dan membawa korban kembali ke Sekolah.

Menurut pengakuan korban kepada Ibunya, TSK MS sudah berulang melakukan pencabulan terhadap korban yakni, dengan memaksa korban buang air kecil (kencing-red) di kamar mandi TSK. Dimana setelah selesai kencing, TSK membersihkan kemaluan korban hingga merasa kesakitan,.

Masih penuturan korban kepada Ibunya, selain membersihkan kemaluan korban, Tsk kakek yang diketahui juga pensiunan PNS itu, memaksa korban meremas atau memegang kemaluan Tsk yang tidak mengenakan celana. Usai melakukan perbuatanya, Tsk memberikan uang pecahan Rp.2000 ataupun Rp.4000 kepada korban. Mendengar keterangan anaknya, orangtua korban melaporkan Tsk ke Mapolres Dairi.

Ketika dihubungi Global Medan di Mapolres Dairi, Tersangka Kakek MS yang mengaku memiliki 4 orang anak itu, membantah melakukan pencabulan terhadap korban, “Saya tidak ada melakukan pencabulan, saya hanya menceboknya sehabis kencing. Kebetulan saat kejadian dia (korban-red) datang menemui saya, saat itu berada di kamar mandi sedang cuci muka”, bantah tersangka.


Menurut Kasat Reskrim, AKP Heri Sofian, Kakek MS dipersangkakan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam unsure pasal 76 E Yo pasal 82 dari Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, tentang Perubahan atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Robs-dairi)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Hatoguan Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment