Zulkenedi Laporkan Dugaan Pelanggaran RKDK Paslon Bupati Nomor Urut 3

Zulkenedi Said saat mendatangi kantor KPU Sumbar/ Foto: Derizon
Partukkoan - Padang

Calon Bupati Pasaman, Zulkenedin Said melaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dugaan pelanggaran Rekening Khusus Dana Kampanye (RKDK) pasangan calon nomor urut tiga yakni Syahiran-Yulianto.

"Pasangan calon nomor urut tiga diduga melakukan pelanggaran RKDK," kata Zulkenedin Said saat dijumpai di Padang Senin (04/01/2015).

Ia menjelaskan, sesuai dengan hasil audit akuntan independen bahwa pasangan Bupati nomor urut 3 yakni Syahiran-Yulianto pada 21 Desember 2015 dan di umumkan KPU di media pada 30 Desember 2015 yang menyatakan paslon nomor 3 ditemukan ketidakpatuhan materi terhadap perundang-undangan dalam melaporkan dana kampanya oleh paslon Syahiran-Yulianto tersebut pada periode 24 Agustus hingga 5 Desember 2015 lalu.

"Ada dua poin kenapa Akuntan Independen itu mengungkapkan hal tersebut, pertama nama pemilik RKDK antara informasi yang tercantum dalam rekening koran tidak sesuai dengan paslon terkait. Kemudian pada poin dua menegaskan RKDK dibuka atas nama tim kampaye, bukan atas nama pasangan calon (paslon),"ungkapnya.

Dalam penetapan pasangan calon (paslon) bupati tersebut harus merujuk pada peraturan yang ada, pertama peraturan KPU (PKPU) No.8/2015 tentang dana kampaye paslon. Tidak itu saja, Zulkenedi pun mengiatkannya pada PKPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang pencalonan pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati serta Wali Kota Dan Wakil Wali Kota yang tertuang pada pasal 39 huruf (h) dan pasal 42 huruf (u).Dan selanjutnya dia juga mengutip keputusan KPU Pasbar No.13/2015 tentang pedoman teknis pencalonan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Pasbar 2015 pada bagian E, dari dokumen persyaratan paslon poin 16 dan poin 22 huruf (c).

Merujuk peraturan tersebut membuka rekening dana kampanye harus pasangan calon bukan tim kampanye. "Melihat itu semua ada indikasi pelanggaran dalam pembuatan rekening dilakukan paslon nomor urut 3,"tegasnya.

Ia mengatakan, sebelumnya juga telah melaporkan ke Panwaslu Pasaman Barat dugaan pelanggaran RDKD dilakukan paslon Bupati nomor urut 3 Sudah punya saksi pelapor dan alat bukti terhadap indikasi pelanggaran rekening kampanye tersebut,"katanya.

Pencalonan pasangan nomor urut 3 dinilai cacat hukum, indikasi pelanggaran dana kampanye tersebut berkonsekuensi pada hukum dan pembatalan pencalonan. "Saya tidak tahu apakah KPU Pasbar lupa akan hal ini atau sengaja dilupakan,"tegas Zulkenedi.

Surat dimasukan Zulkenedi Said terkait ada pelanggaran RKDK dilakukan paslon Bupati Pasaman Barat nomor urut 3 ke KPU Sumbar, Ketua KPU Sumbar Amnasmen belum mengetahui isi tembusan yang diberikan Paslon nomor urut 2 yakni Zulkenedi Said-Risnawanto tersebut.

"Meski begitu saya akan memanggil Ketua KPU Pasbar tersebut ke KPU Sumbar, paling tidak besok (Selasa 5/1) ketua KPU Pasbar ini bakal tiba,"katanya.

Sementara itu ditempat terpisah paslon Pasbar terpilih pada pilkada serentak 2015, Syahiran saat dihubungi menyebutkan persoalan yang digugat paslon nomor urut 2, Zulkenedi Said-Risnawanto itu tidak ada masalah.

"Bahkan waktu pencalonan pun tidak ada persoalan, buktinya proses pilkada berjalan dengan lancarnya di Pasbar dan tidak ada perbaikan-perbaikan hingga pada proses penetapan pasangan calon terpilih,"katanya.

Ia menjelaskan, KPU dan Panwaslu Pasaman Barat tidak mempersoalkan dana kampanye tersebut, dan nama kami sebagai calon pun ada di rekening dana kampanye tersebut.

"Buktinya kami tidak mendapat persoalan tentang hal itu. Bagi kami, baik rekening atas nama tim kampanye namun nama kami juga yang bertemu jadinya. Malah yang menekan rekening dana kampanye itu empat orang termasuk dirinya sebagai paslon,"katanya. (Derizon Y)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment