BPOM: Hasil Lab Kerupuk Nasi Mengandung Borak

Partukkoan - Padang

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang Sumatera Barat menyatakan hasil uji laboratorium kerupuk nasi yang diamankan positif mengandung borak.

"Setelah dilakukan uji laboratorium, kerupuk nasi positif mengandung borak," kata Kepala BPOM Padang, Zulkifli di Padang.

Ia menjelaskan, kerupuk tersebut mengandung borak tersebut ditemukan di jual pedagang di pasar Bandar Buat Padang.

"Barang bukti telah disita, pedagang jual kerupuk tersebut hanya diberikan sanksi berbentuk pembinaan. BPOM hanya mengejar pembuatnya karena penggunaan Boraks dalam makanan sangat membahayakan kesehatan. Indikasi kerupuk mengandung sudah cukup luas di Kota Padang. Apalagi kerupuk tersebut dipasok dari pulau Jawa," jelas Zulkifli.

Diuraikannya, dampak makanan yang mengandung boraks ini akan terlihat 10-15 kemudian.

"Pengkonsumsinya beresiko terkena kanker hati dan ginjal. Sementara untuk efek jangka pendeknya dapat menyebabkan mual-mual," katanya.

Ia menyebutkan, BPOM akan koordinasi dengan Disperindag, serta Dinkes untuk mengungkap peredaran kerupuk nasi tersebut.

"Kami terus pantau. Dan beri peringatan terlebih dahulu untuk tidak dijual lagi kerupuk mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu Kabid Perlindungan Konsumen Disperindagtamben Padang, Monalisa menyatakan, Disperindag Tamben Padang terus memantau peredaran kerupuk nasi mengandung borak.

"Hasil pantuan petugas, kerupuk yang ditemukan tersebut bukan dibuat di Padang, melainkan dari luar Kota Padang," pungkasnya.

Disperindag Tamben telah melakukan pembinaan terhadap pedagang menjual kerupuk mengandung bahan berbahaya. "Mereka diminta tidak jual lagi kerupuk tersebut," tegas Monalisa. (Dz)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment