Menikmati Terbitnya Matahari Di Pulau Samosir

Partukkoan - Samosir

Pagi ini Minggu (28/02/2016) di tanah lapang Pangururan seperti biasa, aku mulai kegiatan. Diawali dengan olahraga pagi dengan jalan santai di sepanjang jalan berkeliling mulai dari pasar sianjur mulamula kemudian menelusuri jalan danau toba selama kurang lebih 45 menit  lamanya.

Menjelang pukul 07.00 Wib, benda bulat agak merah bercampur sinar mulai muncul dibagian ufuk paling timur. Matahari pagi menampakkan dirinya dengan begitu gagah, menyinari pulau kepingan surga ini dengan sentuhan sinar ultravioletnya.

Sungguh indah rasanya, keletihan selepas olahraga serasa bersatu dengan sentuhan sinarnya yang merangkulku. Pori-pori tubuh ini pun ikut menikmati kusutan sinar mentari pagi.

Ditambah dengan derai angin "sorga" yang menghempasku dengan lembut, membuat situsasi pagi ini semakin bersemangat. 

Kondisi ini saya kira merupakan suatu isyarat bahwa Pulau Samosir memang sangat layak menjadi sebuah bagian keajaiban dunia. Bahkan sebelumnya Pemerintah berkeinginan untuk menyulap kawasan  Danau Toba menjadi salah satu target wilayah yang akan dijadikan Monaco asia.

Monaco Asia? sah... Itu sah-sah saja. Dan layak sekali jika kawasan ini menjadi monaconya asia. Hanya saja mampukah para penghuni-penghuni wilayah yang akan dijadikan monaco asia ini menerima "suntikan" itu.

Ketika ada program yang menjalar maka diharapkan adanya perubahan pada kondisi sosial masyarakat terutama dalam sisi ekonomi. Semoga Monaco Asia itu menjadi jalan kemakmuran.

Perhatian Pemerintah atas potensi yang dimiliki samosir pastilah punya alasan yang cukup. Samosir merupakan wilayah yang paling besar mencakup Danau Toba tentunya akan menjadi basis dalam menarik wisatawan.

Pembangunan infrastruktur yang menyeluruh akan dilakukan, sebab itu merupakan syarat khusus dalam menarik wisatawan ke Samosir. Bagaimana mungkin wisatawan akan betah jika sarana jalan saja pun belum terbenahi. 

Teringat kalimat seorang wisatawan dari surabaya beberapa tahun lalu mengatakan, berkendara di samosir hampir mirip dengan menaiki perahu di atas gelombang laut.

"Satu kali limat menit, pasti mobil goncang karena lobang jalan" ucapnya kala itu.

Tapi saat ini, semua sudah ada perubahan, jalan-jalan mulai dibenahi, lokasi wisata juga ikut di pugar sedemikian rupa. Semoga saja itu tetap terus dilakukan.

Jika pembangunan jalan saja tidak dapat dilakukan, maka saya takut Matahari jadi enggan melintas di atas pulau ku ini. Jadilah Samosir Pulau Kepingan Surga.***
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment