Dari Samosir ke Medan demi menjemput Mesin Pinggir

Partukkoan

Samosir - Demi untuk meningkatkan usaha yang dilakoni sang Istri, maka pagi ini, Sabtu (26/03/2016) pukul 10.00 Wib, saya berangkat dari Samosir menuju Kota Medan dalam rangka menjemput Mesin Jahit Pinggir.

Mesin Jahit Pinggir itu merupakan salah satu alat pelengkap yang digunakan dalam melakukan proses jahit menjahit. Meski harus mencari pangutangan, mesin pinggir mestinya harus tersedia agar pekerjaan dapat cepat selesai.

Dengan Motto "cepat dan tepat waktu", membuat saya harus membantu sang istri dalam mengerjakan segala jahitannya, mulai dari menjahit kebaya hingga menjahit pakaian-pakaian modern yang kini banyak beredar jenis dan modenya di internet.

Perjalanan menuju medan dari samosir melintasi beberapa daerah, diantaranya Tele, Sidikalang, Kabanjahe, berastagi dan pancur batu dengan rentang waktu lebih kurang lebih 6 jam. Bosan juga di dalam mobil, tapi tekad untuk memajukan usaha istri memberikan motivasi kuat dalam diriku.

Akhirnya sekitar pukul 06.00 sampai juga di rumah dan tentunya disambit dengan tari-tarian (hahaha). Lepas sudah semua kerinduanku kepada kedua orang tuaku, kepada saudara² dan teman-teman di DPR (Daerah Pinggir Rel).

Sampai di rumah, selanjutnya melihat dan belajar bagaimana menggunakan mesin pinggir, supaya nanti ketika sampai di Samosir, ilmu singkat yang saya pelajari dapat saya salurkan kepada mamanya si Jeremia.

Ya begitu dulu cerita hari ini dalam catatan yang dituangkan di website sudahbaca.ga. (MS)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment