Kisah Waitress di Samosir, mulai dari berumah tangga hingga jatuh dalam dunia malam

Ilustrasi
Partukkoan - Samosir

Mendapatkan kasih dan cinta sejati dari seorang pria merupakam harapan bagi semua wanita di bumi ini. Kasih sayang tidak mesti sempurna, tidak mesti melalui uang atau kekayaan. 

Kebahagiaan sesungguhnya ialah ketika suami menjadi pria yang bertanggung jawab, memenuhi kebutuhan dan saling mengasihi satu sama lain antara Istri dan Suami. Demikian dikatakan seorang waitress sebut saja namanya bunga yang bekerja di salah satu kafe di Samosir Selasa (8/3) kepada wartawan.

Bunga kemudian menceritakan bagaimana kisahnya mulai berumah tangga hingga menjadi seorang waitress di Samosir. Orang tua Bunga di besitang, namun dia tidak pernah tinggal dibesitang, sejak kelas 4 SD bunga sudah mencari duit sendiri untuk membiaya keperluannya selama sekolah.

Dikisahkannya, awal mula dia mengenal minuman saat dia diajak pacarnya. Karena baru pertama kali meneguk minuman, tak ayal, Bunga langsung mabuk berat. "Saat itu aku mabuk berat, kemudian kami pacaran hingga akhirnya menikah dan mengontrak sebuah rumah.

Namun dalam rumah tangga yang mereka jalani tidak seperti yang ada dalam pikirannya. Laki-laki yang diharapkannya punya kedewasaan dan bertanggung jawab ternyata hanya sebuah angan-angan. Bahkan  terjadi hal-hal yang mengerikan hingga pemukulan bahkan penganiayaan sampai-sampai Bunga mau dibakar di dalam kamar mandi.

"Setelah semua itu, aku sering kali diikat dalam kamar tidur. Sering pula teman-temanya diajak untuk minum sampai larut malam hingga mabuk" katanya sambil menghisap sebatang rokok.

Akibatnya, bunga pernah memiliki niat untuk membunuh sang suami tapi semuanya diurungkan karena dia merasa tidak tega. Selain kekerasan yang kerap dilakukan suaminya, rumah tangganya juga selalu dicampuri oleh mertuanya, membuat kehidupan rumah tangganya semakin acak-acakan.

Mulai dari kebutuhan hidup hingga sampai pembayaran kontrak rumah belum pernah ditanggung sang suami. Hal ini membuat bunga menjadi uring-uringan.

Hal yang paling pedih adalah, orang yang dianggap sebagai pelindungnya justru kabur, bahkan dua unit motor, dompet dan hp bunga dilarikan sang suami. "Waktu itu sekitar jam 3 pagi, saya melihat motor, dompet dan hp sudah hilan" kata Bunga. Melihat barang-barangnya raib, Bunga berusaha mencari suaminya sebut saja namanya Baron kemana-mana, hingga mencari ke keluarganya.

Pucuk dicita ulam pun tiba, baron akhirnya ditemukan, namun kedua kereta yang dibawa lari baron ternyata telah dijual. Perdebatanpun terjadi, hingga sampai pada pembicaraan perceraian. Meski suaminya sudah tua, tapi tidak pernah memiliki kedewasaan. "Umurnya jauh lebih tua dari saya bang, tapi tak pernah dewasa" kata bunga kepada wartawan.

Pihak keluarga suaminya akhirnya meminta bunga agar mengurungkan niatnya bercerai, termasuk bibi Baron sendiri (namboru-red). "Saya sudah berusaha menjadi seorang istri yang bertanggung jawab, tapi dia (suaminya) tak pernah peduli" ungkap bunga.

Lanjut cerita bunga, tiap malam, rentenir kerap sekali datang ke rumah hanya untuk menagih utang suaminya. Jumlah utang yang dibuat suaminya juga tidak sedikit, bahkan hampir puluhan juta rupiah. Karena tidak punya uang membayar utang, rentenir tersebut hampir saja menyita barang-barang di rumah termasuk springbed, namun bunga berusaha melarangnya.

"Kalau suamiku punya utang, sama suamiku saja minta. Jangan jadi barang-barang di rumah ini kau ambil. Jangan coba-coba sentuh barangku," katanya kepada rentenir, seraya mengingat malam itu.

"Akhirnya aku stress, kemudian aku berangkat ke Samosir diajak kawan dari Medan untuk happy dan buang suntuk, sekalian refreshing bang" ucapnya.

Sampai di Samosir, Bunga akhirnya memutuskan untuk tidak kembali ke Medan, dia merasa takut jika harus kembali ke kehidupan rumah tangganya yang lalu. Kemudian bunga diajak kenalannya bekerja di suatu kafe di samosir. Bunga terus bekerja berpindah-pindah, dari satu kafe ke kafe lain hanya untuk mendapatkan uang sekaligus melupakan masa lalunya.

"Kekecewaan, sakit hati, membuat aku ngga mau lagi berumah tangga bang, semuanya hanya membuat rasa sakit hati. Lebih baik aku seperti ini, terus terang seperti ini menurutku lebih baik dari pada harus kembali berumah tangga tapi terus-terusan mendapat perlakuan kasar dan tidak dihargai" tutup Bunga. (GM)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment