Antara Cinta, Sayang dan Kasih

Foto ilustrasi | @net
Partukkoan - Samosir

Sering kita menganggap bahwa ketiga kata diatas, baik cinta, sayang dan kasih merupakan hal yang sama. Namun menurut pandangan penulis, ketiga kata di atas masih memiliki perbedaan yang besar.

Menurut wikipedia sendiri, Cinta disebut sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Kemudian lebih jauh berdasakan filosofi, cinta bahkan dianggap sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

Dari situ cinta dianggap sebagai induk kedua kata lainnya, yaitu kasih dan sayang. Itu artinya ketika seseorang memiliki cinta maka dipastikan kasih dan sayang akan melekat dan beriringan dengan orang itu.

Belum tentu..

Inilah yang perlu dibahas kali ini, sepaham kah kita bahwa cinta merupakan induk kedua kata kasih dan sayang?

Berdasarkan sudut pandang penulis, seseorang yang mencintai belum tentu menyanyangi apalagi mengasihi. Dari ketiga kata di atas, antara cinta, kasih dan sayang justru yang memiliki kuasa terbesar adalah kasih, mengapa?

Baik mari kita urai sedikit tentang ketiga kata di atas:

Menurut kamus bahasa indonesia, cinta erat sekali kaitannya dengan rasa suka. Adanya perasaan emosional menyukai, sehingga mengandung unsur nafsu. Maka tidak heran cinta menjadi banyak jenis, seperti cinta monyet, cinta  buta, cinta nafsu dan ada juga menyebut cinta sejati.

Rasa sayang
Rasa sayang itu muncul bukanlah karena cinta, justru cinta terlahir akibat rasa sayang terhadap sesuatu. Objek rasa sayang juga bukanlah semata-mata kepada manusia, rasa sayang bisa saja meliputi benda mati dan benda hidup lainnya. Ada yang sayang kepada binatang, ada yang sayanh kepada boneka, ada yang sayang kepada mobil, uang bahkan ada yang terlalu sayang kepada jabatan. Kemudian jika menjadi berlebihan maka akan ada dampak yang ditimbulkan. Sama halnya juga dengan cinta, ketika cinta itu berlebihan maka dampaknya akan negatif.

Kemudian yang ketiga adalah kasih
Tahukan anda kasih itu apa? Kemudian tahukah kita dampak dari jika kita memiliki kasih yang berlebihan? Pasti ada dampaknya, namun sepanjang sepengatahuan penulis, dampak dari kasih berlebihan justru mengandung unsur positif yang berlebihan juga. Kasih tidak pernah menghasilkan aura negatif kasih selalu mengandung hal yang positif.

Karena kasih merupakan bagian dari kelemah lembutan, kasih adalah pengaplikadian dari rasa sayang kepada sesama manusia juga kepada Tuhan hinga akhirnya menimbulkan cinta sejati. Itulah mengapa menurut penulis bahwa kasih adalah induk yang melahirkan kedua kata cinta dan rasa sayang. (MS)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment