Hanako, Gajah Tertua di Jepang Tutup Usia

Hanako saat tergeletak lemas | foto: AFP
Partukkoan - Tokyo 

Hanako, seekor gajah tertua di Negara Jepang mati karena kondisi menua di usia 69 tahun menjadi perhatian ditempat itu. Bahkan para pengemar mendatangi kebun binatang Inokashira di Tokyo dan memberikan 70 kartu perpisahan.

"Penggemar datang ke kebun binatang sambil meletakkan bunga di depan pagar kandang Hanako," kata Hiroshi Mashima seorang petugas di Kebun Binatang itu.

Sebagaimana dilansir AFP Minggu (29/5/2016), Hanako pernah mengikuti kampanye internasional untuk meningkatkan kondisi hidup gajah yang mulai menua. Tubuh gajah yang mati itu juga akan disumbangkan untuk penelitian medis.

Gajah Hanako mati kata Hiroshi Mashima, setelah lebih kurang 20 petugas berusaha mendirikannya dengan tali ketika hanako selalu saja terbaring dilantai. Gajah akan mati ketika terlalu lama tergeletak pada satu sisi karena organ bagian dalamnya akan hancur.

"Dia (hanako) mati dengan diam dan tenang. Ini menyedihkan. Dia adalah gajah yang paling dicintai di Jepang," kata Kepala Kebun Binatang Inokashira, Kiyoshi Nagai kepada media Jepang, Kyodo. 

Tulisan di sebuah blog milik aktivitas Kanada membuat Hanako menjadi buah bibir. Cerita dalam tulisan itu menyayat hati karena kondisi gajah terlihat tidak terawat. Sehingga muncul petisi untuk menyelamatkan hanako dengan tag Help Hanako yang kemudian ditanda tangani 400.000 orang.

"Saya terkejut dan kecewa karena kondisinya. Lantai kurungannya terbuat dari semen dan kering. Stimulasi pun tidak ada. Sepi, dia tak punya teman, seperti tak ada kehidupan," tulis Ulara Nakagawa. 

Secara ringkas, Hanako adalah seekor gajah hadiah pemberian pemerintah Thailand kepada Jepang yang diberikan pada tahun 1949 ketika masih berusia 2 tahun. Hanako pernah memiliki kisah menyedihkan saat seorang pria mabuk menginjaknya di usia 9 tahun, dan di umur 10 tahun seorang penjaga juga melakukan hal yang sama kepadanya.

Selain Hanako, gajah tertua yang pernah ada adalah Lin Wang yang memiliki usia hingga 86 tahun lamanya. Lin Wang mati di Kebun Binatang Taipei pada 2003. (P-02)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment