Tentang Doa Sepuluh Malam Bagi Umat Kristen

Ilustrasi | Net
Partukkoan – Samosir

Mengenai ritual Doa yang dilakukan oleh umat Kristen bukanlah hal asing lagi secara khusus bagi umat beraliran pentakosta. Hampir semua Umat Pentakosta dipastikan akan melaksanakan acara doa 10 sepuluh malam itu.

Acara doa sepuluh malam biasanya akan dilakukan di dalam Gereja dengan jadwal tentunya pada malam hari. Lalu apakah artinya dengan doa sepuluh malam itu? Kemudian latar belakang adanya doa sepuluh malam itu?

Baiklah, meski saya sendiri masih baru sebagai umat Pentakosta, karena sebelumnya saya sendiri bukanlah umat Pentakosta, namun karena ada suatu mukjizat dari Tuhan membuat saya memilih jalan pentakosta sebagai jalan untuk lebih mengenal dekat dengan Tuhan terlepas penilaian orang lain.

Keinginan dalam diri membuat saya terus mencari apa arti dan maksud dengan doa sepuluh malam atau yang lebih saya kenal dengan istilah “partangiangan sampuluh borngin”.

Kisah ini sesungguhnya telah tertulis dalam alkitab, yaitu pada saat dimana Tuhan Yesus Kristus bangkit dari kematianNya, 40 hari kemudian Ia pun naik ke Surga (Kisah Para Rasul 1:3). Dalam ayat ini disebutkan bahwa Tuhan Yesus berada di Bumi selama 40 hari lamanya.

Lalu untuk apa Tuhan berada 40 hari lamanya di Bumi?

Menurut pandangan dan apa yang say baca, Tuhan Yesus Kristus berada di bumi selama 40 hari setelah kebangkitanNya adalah untuk membuktikan, bahwa Ia hidup dengan menampakkan Diri, berbicara, secara berulang-ulang kepada para muridNya tentang Kerajaan Allah.

Yang paling penting, selama 40 hari di bumi Tuhan Yesus Kristus juga akan menepati segala janji yang diucapkan-Nya, berterus terang tanpa kiasan tentang Bapa di Surga kepada para muridnya, memberikan Damai Sejahtera dan juga memberikan Roh Kudus. (tertulis dalam Yohanes).

Janji yang diucapkanNya adalah pencurahan Roh Kudus, pencurahan Roh Kudus akan terus dilakukan di Bumi ini sepanjang manusia mau terpanggil oleh-Nya dengan harapan pada akhirnya menjadi yang terpilih.

Sebagaimana ditulis dalam kitab Kisah Para Rasul 2:39 disebutkan, "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang-orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita".

Mari kita tinjau ayat di atas, yaitu bagi orang-orang yang masih jauh. Menurut hemat saya sebagai penulis, orang-orang yang masih jauh disini tidak menutup kemungkinan ditujukan kepada orang-orang berkarakter seperti saya. Orang-orang yang masih dipenuhi dengan pengaruh duniawi, orang-orang yang terlena akan duniawi sehingga melupakan kebaikan dan Kasih Tuhan yang pernah dirasakan.

Doa Sepuluh Malam bagi kalangan Pentakosta merupakan situasi yang sangat spesial atau sangat penting, karena saat itu adalah kesempatan khusus untuk meminta pencurahan Roh Kudus, meskipun sesungguhnya Bapa di Surga dapat kapan saja mencurahkan Roh Kudusnya bagi yang meminta dengan tulus dan percaya.

Kemudian apa yang akan dihasilkan Roh Kudus menurut saudara? Apa yang akan diperbuat saudara-saudaraku ketika menerima Roh Kudus itu?

Menurut Firman yang tertulis buah dari Roh Kudus ialah, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”

Ketika kita masih dinaungi oleh pengaruh duniawi seperti percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya maka jangan coba-coba mengaku bahwa kita telah mendapat curahan Roh Kudus. Justru yang ada hanyalah kemunafikan belaka, maka dipastikan kita tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Tentunya ada kebimbangan dalam hidup ini ketika mengikuti Tuhan, pertanyaanya, bagaimana mungkin saya, anda dan kita semua melakukan dan menghasilkan sebagaimana keinginan Tuhan sementara kita berada dalam ruang lingkup dunia?

Kekuatan terbesar dunia dalam mempengaruhi orang-orang percaya itu seperti yang saya rasakan sendiri adalah Uang dan Jabatan. kedua alat ini menjadi alat ampuh menerobos sistem kepercayaan manusia. Uang mampu mempengaruhi hidup ini, Jabatan dapat mengubah gaya dan sifat seseorang menjadi angkuh.

Untuk mengatasi itu, Roh Kuduslah satu-satunya kekuatan yang dapat menghalau semuanya. Karena kekuatan roh dalam manusia akan disempurnakan dengan kuasa Roh Kudus yang menyatu dengan diri manusia. Tanpa Roh Kudus mustahil manusia dapat melakukan semua kehendak dan keinginan Tuhan. Roh Kudus akan mengikat roh kedangingan manusia, Roh Kudus akan terus mengarahkan, mengingatkan manusia untuk tetap melakukan apa yang baik di hadapan Tuhan, sebab Roh Kudus itu adalah Kasih. Amin..
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment