Ahok: Abaikan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, berarti Menghina Firman Tuhan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
Partukkoan - Jakarta

Ahok sapaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi Inspektur Upacara perayaan HUT RI ke 71 di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2016.

Pada kesempatan itu Basuki Tjahaja Purnama meminta masyarakat agar tidak terprovokasi atas isu perbedaan suku dan agama ketika memilih seorang pemimpin.

Momen kemerdekaan ini lanjut Ahok merupakan refleksi bahwa Indonesia dibangun atas dasar prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan empat pilar kebangsaan. "Mau suku apa pun, kalian berhak menduduki jabatan apa pun di NKRI ini. Ada Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Itulah hakikat berbangsa dan bernegara," ucap Ahok dikutip dari laman Viva.co.id

Menurutnya seorang pemimpin harus mampu melaksanakan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa sekaligus bisa melaksanakan keadilan sosial. Karena itu merupakan warisan dari para pahlawan yang berkorban dengan fundasi Pancasila.

Maka dari itu, tidak alasan menolak seorang pemimpin non-Muslim, mengatasnamakan agama, yang dinilai melenceng dari prinsip keadilan sosial.

"Ketika beriman dan Berketuhanan Yang Maha Esa tapi mengabaikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka Anda semua bukan hanya mengkhianati ideologi bangsa ini. Anda, termasuk saya, menghina Firman Tuhan," tutur Mantan Bupati Belitung itu.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ingin mewujudkan keadilan sosial di Jakarta. Seperti memberi subsidi KJP dan rumah susun, serta transportasi gratis kepada masyarakat kurang mampu.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment