Harga Rokok Naik, Perokok Bakal Banyak Berkurang

Gambar Meme Rokok Naik | Net
Partukkoan - Samosir

Wacana kenaikan harga rokok kini menjadi perbincangan hangat, baik di tengah-tengah masyarakat juga di media-media sosial. Naiknya harga rokok dikabarkan mencapai Rp. 50ribu per bungkusnya.

Sejak dulu, memang masalah kesehatan terganggu akibat rokok sudah sering diperbincangkan, selain merugikan kesehatan, rokok juga menguras serta "mengurangi" ekonomi masyarakat (perokok-red).

Umumnya yang setuju akan wacana ini adalah orang-orang yang tidak merokok, meski ada juga yang kurang setuju, misalnya bukan perokok tapi punya penghasilan dari bisnis rokok. Demikian juga yang perokok bisa jadi setuju wacana harga rokok dinaikkan, kemungkinan perokok tersebut memang tidak mampu lagi beli rokok.

Tidak bisa dipungkiri, dengan naiknya harga rokok, maka jumlah perokok dipastikan akan berkurang. Selain berkurang, kemudian bisa jadi penurunan angka kematian akibat merokok. Selain perokok aktif, dampak keuntungan lainnya adalah perokok pasif juga akan terbebas dari bahaya merokok.

Berdasarkan riset yang dilakukan Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia pada bulan Desember tahun lalu mengungkapkan bahwa kemungkinan berhentinya perokok untuk merokok jika harga rokok dinaikkan dua kali lipat.

"Satu sampai dua bungkus rokok per hari itu jika dihitung besaran pengeluaran untuk rokok per bulan mencapai Rp 450 hingga Rp 600 ribu. Dalam studi ini para perokok bilang kalau harga rokok di Indonesia naik jadi Rp 50 ribu per bungkus--mereka akan berhenti," imbuhnya seperti dikutip dari liputan6.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment