Kaban BPBD Samosir Dipanggil Tipikor Polres Samosir

Partukkoan - Samosir

* Dugaan Mark Up Terkait Biaya Pencarian Helikopter

Menindaklanjuti biaya pencarian helikopter sebesar Rp. 351 juta lebih yang diduga mark up dan tumpang tindih, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir Jaingot Banjarnahor dipanggil ke ruang tipikor Polres Samosir.

Kanit Tipikor Polres Samosir Aipda Martin Aritonang di ruang kerjanya (Senin 26/09) membenarkan bahwa Kaban BPBD Samosir pada tanggal 20 Agustus 2016 telah dipanggil ke Polres, untuk melakukan klarifikasi dengan adanya pengaduan dari masyarakat terkait biaya pencarian tersebut.

Ditanya sudah berapa kali Kaban BPBD dipanggil dan sejauh mana hasil klarifikasi tersebut, Martin menjelaskan, Kaban BPBD baru pertama dipanggil. Sedangkan hasil klarifikasi dengan yang bersangkutan belum dapat dipublikasikan karena belum P21, dan itu semua tergantung dari saksinya apakah koperatif.

Selain itu, pihaknya juga telah mengundang Asisten I Pemerintahan Mangihut Sinaga untuk klarifikasi atas laporan pengaduan ini, namun belum ada datang untuk melakukan klarifikasi.

“Apabila tiga kali undangan tidak datang juga, maka kita akan langsung datang ke kantornya untuk melakukan klarifikasi,” kata Martin.

Terpisah, Sekretaris LSM Komisi Pemantau Pembangunan Perpajakan Indonesia (KPPPI) Kabupaten Samosir, Elvis Sitanggang melalui seluler mengatakan sangat mendukung adanya undangan tersebut kepada yang bersangkutan. “Sehingga pemberitaan itu tidak simpang siur dan diharapkan agar hal ini bisa terlaksana dengan jujur, adil serta tanpa ada intervensi,” harapnya. (F08/c)

Sumber: e-paper Harian SIB
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment