Tahun Ini Musim Kemarau Terparah di Samosir

Partukkoan - Samosir

Musim kemarau yang melanda Samosir tahun ini dianggap sebagai musim kemarau terpanjang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Bahkan akibat musim kemarau itu, banyak muncul kejadian di Samosir seperti kebakaran hutan, kekeringan lahan pertanian dan lain-lain. Demikian disampaikan M. Sitanggang warga Pangururan kepada Partukkoan, Senin (26/09/2016) di Pasar Pangururan.
Pusuk Buhit Terbakar
Menurutnya, selama Dia tinggal di Samosir belum pernah mengalami musim kemarau berkepanjangan seperti yang terjadi saat ini, bahkan melihat banyaknya lahan hutan yang terbakar. “setahu saya belum pernah kurasakan kejadian (kemarau) seperti terjadi. Malah, tano ponggol hampir kering saya lihat,” ucap Sitanggang.

Selain mudahnya hutan terbakar kata dia, kebakaran juga rentan terjadi bagi rumah-rumah penduduk yang tidak waspada. “bukan hanya hutan, lahan juga, rumah warga juga rentan terbakar. Belum lagi masalah udara yang pasti ada pengaruh terhadap kesehatan,” kata Tokoh Masyarakat itu.

Untuk dirinya berharap agar, pemerintah sigap melihat situasi tersebut dalam menjaga hal-hal yang tidak diinginkan akibat musim kemarau itu. “selain pemerintah, warga juga tentunya harus tetap waspada,” harap Sitanggang.

Terkait musim kemarau berkepanjangan itu, Kepala Rumah Sakit Dr. Hadrianus Sinaga Dr. Nimpan Karo-Karo saat dihubungi Partukkoan, Senin (26/09/2016) mengatakan sampai sejauh ini belum ada peningkatan yang signifikan terhadap jumlah pasien yang mengalami sakit pernafasan.

“Tahun ini nggak, tidak terlalu banyak. Masih sama seperti biasa, dan masih normal. Sepertinya tidak berpengaruh,” pungkas Karo-Karo
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment