Bicarakan Kebun Raya, Warga Tomok Temui Bupati Samosir

Bupati Samosir saat memberikan tanggapan di Rumah Dinas Bupati, Senin (03/10/2016) | Ist
Partukkoan - Samosir

Warga Tomok Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir yang tergabung dalam wadah Yayasan Sosor Tolong Menolong (YSTM) Kabupaten Samosir menemui Bupati Samosir di rumah dinas, Senin (03/10/2016) untuk membicarakan kelanjutan pelaksanaan Kebun Raya Samosir yang selama ini belum berjalan sebagaimana diharapkan.

Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Sosor Tolong Menolong, Rajamuda Sidabutar memaparkan sedikit tentang sejarah tomok dan juga tarombo dari Op. Sori Buttu Sidabutar. "Pak bupati, ada banyak marga disini (tomok), namun saya akan menjabarkan sedikit saja, antara lain Sidabutar, Sijabat, Siadari, Sidabalok, Manik, Sigiro Sitindao, Harianja (Samosir, Sinaga dll)," terangnya dihadapan Bupati dan Ketua DPRD Samosir.

Dikatakannya, Sidabutar yang pertama tinggal di Tomok adalah Op. Sori Buttu Sidabutar. "Op. Sori Buttu Sidabutar berangkat dari Ambarita, kemudian menikah dan menetap di Tomok Bolon. Tomok yang sekarang namanya dulu adalah Tomok Bolon," ungkapnya.

Selain menceritakan tentang Silsilah Marga dan Sejarah Singkat Tomok, Rajamuda Sidabutar juga menjelaskan kronologi pembentukan Kebun Raya Samosir.

Disebutkannya, pada tanggal 4 Agustus 2008 Yayasan Sosor Tolong Menolong dibentuk. Kemudian diawali dengan diskusi keluarga pada tanggal 16 Agustus 2008 penyerahan lahan dilakukan kepada Pemkab Samosir melalui Bupati dan dihadiri oleh Asisten I Pemerintahan saat itu Ombang Siboro dan Camat Simanindo Rudi Siahaan.

"Perlu saya tegaskan, dalam perjanjian penyerahan (pada tanggal 16 Agustus 2008) bahwa status penyerahan lahan seluas 100 ha adalah pinjam pakai tanpa ganti rugi dan juga tanah diperuntukkan sebagai kebun raya trigger," kata Rajamuda.

Dalam perjanjian itu juga kata dia, wajib dilakukan pembangunan infrastruktur sebanyak 35% selama 5 tahun sejak perjanjian ditandatangani. "Untuk itu kami pernah mengusulkan agar dibangun jalan di kawasan itu dengan lebar 16 meter, agar akses jalan mudah dilakui," imbuhnya.

Lebih lanjut, Warga Tomok dan Yayasan Sosor Tolong Menolong mengharapkan supaya Program Kebun Raya Samosir tetap dilanjutkan. "Kami berharap supaya Kebun Raya Samosir tetap dilanjutkan sesuai penyerahan 16 agustus 2008, karena kebun raya bagian dari kawasan pengembangan ekonomi agar terciptanya multiplier effect ekonomi yang optimal bagi masyarakat," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan Pemerintah Kabupaten Samosir siap melanjutkan program Kebun Raya Samosir dengan ketentuan adanya persamaan persepsi antara seluruh keturunan pemilik lahan. 

"Marilah kita samakan persepsi, sehingga diantara keturunan pemilik lahan akan akur. Saya yakin, kalau ini terwujud maka yang menikmati adalah masyarakat sekitar juga," ucap Rapidin.

Lebih jauh Rapidin Simbolon menyebutkan bahwa dalam hal pengelolaan kebun raya samosir, nantinya akan langsung diolah pemerintah dan masyarakat. "Dan untuk pengelolaanya, kita (masyarakat dan pemerintah daerah) yang akan mengelolanya, karena kita pasti sudah lebih tahu apa yang dibutuhkan untuk kebun raya itu," katanya.

Akan tetapi tambah Rapidin, sepanjang tidak ada kesatuan dan kesamaan persepsi diantara keturunan pemilik lahan, maka program kebun raya samosir akan sulit terlaksana.

"Tidak ada masalah yang tidak terselesaikan kalau kita bicarakan dengan kepala dingin dan hati yang tulus. Untuk itu kami Pemerintah siap memfasilitasi dan mediasi bagi semua pihak dalam membicarakan hal ini, khususnya para keturunan pemilik lahan," ucapnya.

Dalam acara itu, turut dihadiri Wakapolres Samosir Kompol Hamdan SH, MH, Anggota DPRD Samosir Bolusson Pasaribu, Asisten I Pemerintahan Mangihut Sinaga, Ketua DPRD Samosir Rismawaty Simarmata, Camat Simanindo Parissan Lumbagaol, serta beberapa perwakilan warga Tomok. 

Oleh: Marcopolo Sitanggang
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment