Ini Tanda Istri Polisi Yang Mutilasi Anaknya Mengalami Depresi

Ilustrasi | Foto: Net
Partukkoan - Jakarta 

Istri seorang polisi anggota provost Polda Metro Jaya yang memutilasi anaknya beberapa waktu lalu ternyata mengalami depresi yang berat. Mutmainah memutilasi anaknya di dalam kamar rumahnya di Jalan Jaya 24, No 24, RT04/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu 2 Oktober 2016 sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat ini Iin nama panggilan Mutmainah telah ditahan Polsek Cengkareng dan ditetapkan sebagai tersangka dalam pembunuhan anaknya. Perempuan itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diperiksa kondisi kejiwaannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menyebutkan, seminggu sebelum kejadian, istri dari Aipda Denny Siregar itu acap menangis dan berbicara sendiri tanpa sebab yang jelas. "Dia terlihat seperti depresi berat. Wajahnya juga sering pucat," ujar Awi di Jakarta, Senin (3/10/2016).

Beberapa hal yang menguatkan kondisi psikis Mutmainah mengalami depresi diantaranya, Pernah mengancam suaminya seperti diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono. Saat itu Mutmainah mengatakan apakah Deny tidak takut kepadanya dengan nada ancaman.

Pada saat kejadian, mimik wajah pelaku justru tersenyum ketika ditegur warga yang mendobrak pintu. "Awalnya bapak-bapak yang masuk. Karena dia (pelaku Mutmainah) telanjang, ibu-ibu yang masuk," tutur Lastri, seorang warga dan juga tetangganya.

Saat ditanya olehnya, Mutmainah tidak menjawab dan hanya tersenyum. Namun, Lastri terkejut saat hendak menutup tubuh Mutmainah dengan seprei lantaran pelaku dalam keadaan telanjang. Saat itu, posisi Mutmainah berada di dalam kamar dengan posisi duduk. Sementara jasad anaknya, Arjuna yang baru berusia 1 tahun, ada di sebelah pelaku.

Anak sulung pelaku juga ternyata ikut menjadi korban, hal itu terlihat dari daun telinganya yang ikut terluka namun beruntung masih dapat diselamatkan ayahnya. "Anak yang satu selamat. Usianya sekitar 3 tahunan. Kakaknya langsung diamankan sama ayahnya," kata Ketua RT 04/10, Suyadi di Jakarta, Senin (3/10/2016).

Depresi diperkuat dengan sikap sang ibu yang pendiam dan agak tertutup. Meski demikian, Mutmainah dikenal warga sebagai orang yang baik dalam kehidupan sehari-harinya.

Kejadian itu sontak membuat warga terkejut, karena warga tidak mengira jika sang ibu yang dikenal baik itu bisa menghabisi nyawa putranya dengan sadis. Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sekitar sebelum kejadian, ibu dan dua anaknya itu tidak keluar rumah selama seharian.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment