Oknum Kades di Kecamatan Harian diduga menambang di Lahan Warga

Tumpukan pasir yang diduga ditambang oknum kades | Foto: SBS
Partukkoan - Samosir

Sebagaimana tertuang dalam lampiran UU No. 23 Tahun 2014 atas pembagian urusan pemerintahan konkuren antara pemerinah pusat, daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota, disebutkan bahwa bupati dan walikota tidak lagi berwenang menetapkan Wilayah Usaha Pertambangan (WIUP) serta Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke perusahaan. Sebab Kewenangan itu kini hanya dimiliki gubernur, dan pemerintah pusat.

Meski demikian, masih banyak berkeliaran penambangan liar yang tidak memiliki ijin alias Ilegal di Kabupaten Samosir. Terlebih saat ini di musim proyek. Seperti yang terjadi di Kecamatan Harian. Seorang oknum kepala desa diduga melakukan penambangan liar galian C jenis pasir dan batu yang dipergunakan untuk material proyek Dana Desa. Anehnya, penambangan liar galian C tersebut dilakukan di lahan salah satu warga desa tetangga yang masih berlokasi di Kecamatan Harian.

Tidak terima lahan usaha bertaninya dijadikan tempat penambangan galian, warga pemilik lahan lantas mengadukan penambangan liar itu ke pihak Polres Samosir, Kamis (06/10/2016).

"Kemarin, 5 Oktober 2016, saya melihat para suruhan oknum kepala desa tersebut menambang pasir di lahan kami. Dan saat itu mereka menghentikan. Namun sebelumnya sudah ada pasir yang diambil dari lahan kami yang berpotensi merobohkan lahan kami yang berbatasan langsung dengan jembatan," terang anak perempuan almarhum pemilik lahan.

Pantauan wartawan di polres samosir saat menyaksikan laporan, pihak kepolisian menolak laporan tersebut dan meminta warga terlebih dahulu melaporkan masalah ini ke Camat Harian.

Selanjutnya, pemilik lahan menemui Camat Harian. Camat Harian melalui Sekretarisnya, Rudi Sitorus yang menerima laporan tersebut di ruang kantornya mengatakan akan menindak oknum kepala desa yang melakukan penambangan galian C ilegal di lahan salah satu pemilik lahan tersebut.

Saat Sekretaris Camat Rudi Sitorus menghubungi Kepala Desa untuk konfirmasi, kepala desa tersebut membenarkan karyawannya melakukan penambangan galian C dari lahan orang lain dan dirinya mengaku pada hari Rabu (05/10/2016) telah memerintahkan untuk segera dihentikan.

Dihadapan wartawan dan warga, Rudi Sitorus memperingatkan agar jangan lagi ada penambangan di lahan tersebut. "Saya sudah memperingatkan agar dihentikan dan dia (kepala desa) mengiyakannya. Untuk saat ini, bila masih saja dilanjutkan penambangan galian C di lahan tersebut, maka akan kita tindak dan bawa ke jalur hukum," pungkas Rudi Sitorus. 

Oleh: Suriono Brandoi Siringoringo
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment