Turunkan Hujan, Warga Sianjur Mula-Mula Samosir Gelar Ritual Budaya

Para tokoh masyarakat dan Raja Bius Di Sianjurmula Kabupaten Samosir membahas rencana pelaksanaan ritual adat pemanggilan hujan | Foto: Marcopolo Sitanggang, ST
Partukkoan - Sianjur Mulamula

Kabupaten Samosir saat ini sedang dilanda Musim Kemarau yang berkepanjangan yang berdampak besar pada kehidupan sehari-hari warga khususnya para petani, membuat seluruh warga Sianjur Mulamula Kecamatan Sianjur Mulamula berencana mengadakan ritual budaya pemanggilan hujan sebagaimana yang pernah dilakukan penatau-penatua dulu di sekitar Pusuk Buhit Kabupaten Samosir.

Demikian diungkapkan Raja Bius ni Oppung Borsak didampingi Tokoh Masyarakat Limbong A.Dapot, Kepala Desa Sarimarrihit Junses Limbong, serta masyarakat lainnya pada saat menggelar rapat rencana pelaksanaan ritual di Partukkoan Toguan Desa Simarrihit Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kamis(6/10).

Oppung Borsak kepada wartawan menjelaskan, selain itu adapun tujuan dilaksanakannya ritual ini adalah untuk meminta berkah atau rezeki kepada Sang Pencipta, karena menurut keyakinan warga setelah selesai dilaksanakannya ritual ini maka hujan akan turun. Sebelum melakukan ritual itu dilakukan, setiap warga juga wajib menyumbangkan 3 takkar beras, atau uang sebesar Rp.10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah),” ucapnya.

Disinggung tentang jadwal puncak acara ritual, Oppung Borsak menerangkan, puncak acara tersebut dilaksanakan pada hari Senin mendatang di Onan Gurgur Kecamatan Sianjur, persisnya dekat Limbong Sagala, pada pukul 11:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB. Saat acara sesajen yang diberikan diantaranya, kambing putih, ayam putih, ikan dan lainnya, serta dihadiri oleh seluruh bius.

Lebih lanjut, dalam acara prmanggilan hujan, para Raja Bius akan menggunakan Pisau Sihotor. Dimana, masyarakat meyakini bahwa Pisau Sihotor ini merupakan benda pusaka yang akan memanggil hujan. 

"Pada tahun 1983, kejadian seperti ini pernah terjadi. Dan para raja-raja dulu menggunakan benda pusaka, santabe goarna (mohon ijin) namanya adalah Pisau Sihotor digunakan untuk memanggil hujan dan memang hujan pun turun. Jadi semoga setelah ritual ini dilakukan maka hujan akan turun," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sarimarrihit Junses Limbong mengatakan, sangat mendukung terlaksananya ritual tersebut. Serta diharapkan, ritual ini akan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten. "Kita Pemerintah Desa telah koordinasi dengan Pihak Kecamatan, dan mereka mendukung kegiatan ini," pungkas Junses.

Oleh: Marcopolo Sitanggang
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment