Ini Ceritaku, Kerinduan Sang Kekasih Gelap

Ilustrasi perselingkuhan
Partukkoan - Medan

Suara dering ponsel pintar ku berbunyi pada malam itu. namun aku tidak mengindahkannya Sebab aku tahu bahwa yang menelepon itu adalah seorang wanita yang telah lama memendam cinta kepadaku.

Berulang-ulang ponsel ku berdering namun aku tetap diam tidak ingin seorang wanita disisiku curiga jika aku mengangkat telepon itu. "Ise di pa, angkat majo (Siapa itu pak angkatlah dulu)," kata istriku yang berada di sampingku.

Tentunya aku pun tak mau konyol sebab jika handphone itu kuangkat maka dia (istri) pasti akan mencurigaiku. Untuk itu aku beralasan bahwa penelepon itu hanyalah penelepon gelap. "Ah bukan siapa-siapa itu, cuman penelepon gelap nya itu orang namanya juga tidak terdaftar di dalam handphone," kataku padanya.

Beberapa lama kemudian aku mencari waktu juga tempat untuk menunggu panggilannya kembali tetapi tentunya harus di tempat yang aman supaya istriku tidak melihat ataupun curiga akan pembicaraan kami. Dan benar saja 5 menit kemudian telepon pun berdering.

"Halo bang apa kabar sehat kau kan bang, gimana kabar keluarga kita di sana sehat semuanya kan," kata seorang wanita sebut saja namanya Mawar.

"Aku sehat-sehat saja dek, kamu gimana? Apakah kamu sehat juga. Sehat kau kan, kenapa kau telepon aku. Udah lama nggak kau telepon lagi aku Ada apa dek?," jawabku dengan lembut.

Mawar mengatakan tiba-tiba hari ini dia merasa rindu kepadaku. Dia teringat akan kenangan-kenangan yang pernah terjadi selama ini diantara kami, untuk itu dia pun menelpon aku. "Terus terang Bang aku rindu dengar suaramu aku rindu berjumpa denganmu. Aku juga rindu ingin kembali mengingat kenangan kita yang dulu. Aku minta maaf ya Karena aku tidak bisa hadir disaat engkau membutuhkanku semoga engkau memaafkan ku ya," katanya memelas.

Memang sudah lama antara aku dan dia tidak pernah bertemu lagi, bahkan komunikasi pun tidak pernah kami lakukan. Sebab aku merasa bahwa apa yang aku lakukan adalah sebuah kesalahan karena aku telah memiliki keluarga. Untuk itu semuanya aku tinggalkan demi keutuhan keluarga aku terlebih anak-anakku.

"Iya aku juga merasakan hal yang sama denganmu tapi aku mohon maaf hal ini, hubungan ini tidak bisa kita lanjutkan lagi karena aku kasihan melihat bagaimana nanti anak-anakku. Mudah-mudahan kau mengerti de. Aku takut anak-anak nantinya menjadi korban biarlah hubungan ini kita sudahi saja dan aku mohon maaf pernah singgah dihatimu. Semoga kau paham akan situasi ku dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan membiarkanmu sendiri karena Tuhan itu baik, baik untukku baik untukmu dan baik untuk semua orang," harapku kepadanya.

Mendengarkan hal itu, desiran air matanya terjatuh diantara kedua pipinya. Hal itu kuketahui karena ada suara tangis dibalik telepon genggam ku, saat ku dengar aku merasa bersalah dan merasa kasihan tapi ini harus kulakukan demi kebaikan aku dan dia.

"Iya bang, ya bang aku tahu itu dan doakanlah aku supaya aku bisa bertahan di sini bersama keluargaku dan anakku. kalau pun begitu aku harap kau bang, tidak pernah melupakanku walau aku tangis itu karena aku bahagia mendengarkan ketulusan abang. Semoga abang bahagia disana. Sampai jumpa, Tuhan memberkatimu," ucapnya terisak sembari menutup ponselnya.

Sesungguhnya hubunganku dengan Mawar telah berlangsung sejak 4 bulan yang lalu. Ketika itu aku memang kerap pergi ke tempat-tempat gemerlapnya dunia malam. Di tempat itulah aku bertemu dengan dia dan pada saat itu dia menjadi tempat ku untuk curhat dan berkeluh kesah.

Begitu sebaliknya dia juga sering berkeluh kesah, bercerita tentang kondisi keluarganya tentang kisah cintanya, tentang orang tuanya tentang segala hal yang dia ceritakan seolah dirinya sangat dekat denganku. Benih-benih cinta akhirnya mekar seketika, saat sedikit perhatian yang kuberikan kepadanya mengena ke dalam hatinya. 

Tidak bisa kupungkiri bahwa aku juga pada saat itu merasakan hal yang sama karena awalnya aku merasa iba kepadanya, apalagi ketika aku mengetahui bahwa dia tidak memiliki seorang ayah lagi. Namun ternyata rasa Iba rasa simpati yang kuberikan kepadanya menimbulkan rasa cinta yang teramat dalam kepadaku. Hari demi hari kami lalui bersama-sama. Kemana saja kami sering berbagi rasa, sambil bercerita, bercanda, tertawa bahkan menangis juga kami sering bersama.

Ada hal yang unik dalam cerita ini, ada hal yang perlu dipelajari dari cerita ini. Karena ini menjadi sebuah pelajaran bahkan peringatan bagiku dan bagi laki-laki yang lain, bahwa memberikan perhatian kepada seorang wanita atau dengan kata lain memberikan harapan cinta akan menimbulkan persoalan manakala kita sebagai pria sudah berkeluarga ini akan menjadi dilema yang berkepanjangan jika tidak segera dihentikan.

Semua yang kita lakukan sesungguhnya jikalau kita sudah berkeluarga seharusnya adalah untuk istri dan anak-anak kita, jangan pernah mencoba terjun dalam dunia gemerlap malam apalagi dengan memberikan harapan palsu kepada wanita. Ketika kita melakukan hal itu maka persoalan baru akan muncul tengah-tengah keluarga kita, itulah awal dari sebuah perselingkuhan yang pada akhirnya akan menghancurkan mahligai rumah tangga kita sendiri.

Demikian yang bisa saya goretkan dalam bentuk tulisan atas apa yang pernah saya alami dan saya lalui yang menimbulkan banyak persoalan dalam rumah tangga. Namun saya bersyukur karena persoalan itu akhirnya dapat teratasi ketika saya sadar bahwa apa yang saya lakukan adalah sebuah kesalahan besar yang sepatutnya tidak boleh saya lakukan.

Ada ungkapan orang tua dulu mengatakan jangan pernah bermain api kalau tidak ingin terbakar dan juga jangan pernah mendekati api yang sedang membara karena kamu juga akan terbakar.

Salam saya Alfonso
Editor: Dedi
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment