Konsultasi Nasional XII JKLPK Resmi Dibuka Bupati Samosir

Partukkoan - Samosir

Rapat Konsultasi Nasional XII Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JKLPK) yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 3-5 Nopember 2016 di Desa Sari Marrihit Kecamatan Sianjur Mula-Mula secara resmi dibuka Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM, Kamis (03/11). 

Turut hadir Ketua DPRD, Asiten II, Kadis Parsenibud, Kabag Kessos, Kabag Humas, Kabag Umum, Camat Sianjur Mulamula dan Kepala Desa Sari Marrihit.

Bupati Samosir kepada seluruh peserta Konsultasi Nasional (Konas) menyampaikan selamat datang di Kabupaten Samosir dan mengapresiasi serta menyambut baik acara Konas JKLPK. 

Menurut  Rapidin, JKLPK merupakan sebuah organisasi yang berbentuk jaringan yang bekerja secara aktif dalam mewujudnyatakan kesejahteraan sosial, kesetaraan, keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan melalui kegiatan jaringan, advokasi dan asistensi kemanusiaan bagi yang terpinggirkan. 

Lebih lanjut Drs. Rapidin Simbolon  mengatakan, sesuai dengan tema "Menjadi Alat Untuk Memberitakan Kabar Baik Bagi Semua Makhluk Agar Hidup Harmoni, Holistik dan Damai Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," agar JKLPK pergi menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk sesuai seperti dikutip dari ayat Markus 

Untuk mendukung acara Konas itu, Rapidin Simbolon telah mengintruksikan Dinas Pariwisata agar menggelar seni budaya samosir dengan tujuan melestarikan kebudayaan sekaligus promosi kekayaan adat, tradisi dan kesenian lokal Kabupaten Samosir.

Sementara Ketua Pelaksana Konas dalam laporannya menyebutkan, peserta konas terdiri dari 12 Region yakni Region Bali, Yogyakarta-Jateng, Jabotabek, Jatim, Kalbar, Kaltengsel, Maluku, NTT, Papua, Papua Barat, Sulawesi dan Sumatera.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment