Mahasiswa STTR Siantar Kunjungi GPI Sidang Pangururan

Partukkoan -Pangururan

Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Pangururan mendapat kunjungan dari Mahasiswa STTR Siantar, Minggu (06/11/2016). Kunjungan itu dibarengi dengan ibadah bersama dengan para Jemaat GPI Pangururan.

Dalam kesaksiannya saat ibadah, salah seorang mahasiswa STTR mengaku memiliki kerinduan untuk menjadi seorang Hamba Tuhan dan siap menyalurkan seluruh ilmu yang didapatnya selama belajar di Sekolah Tinggi Theologi Renatus (STTR).

"Puji Tuhan, ini bukanlah sebuah kebetulan kami datang beribadah di tempat ini. Ada tuntunan Roh Kudus membuat kami datang. Kami rindu dan ingin menjadi pelayan kelak di rumah ibadah ini," katanya.

Mereka (Mahasiswa) juga tidak lupa bersaksi atas Kepanitiaan Natal STTR yang sudah dibentuk dan berharap dibawa dalam doa agar Natal dapat terlaksana dengan baik dan untuk kemuliaan Nama Tuhan.

Sementara itu, Guru A. Simbolon dalam khotbahnya yang dikutip dari Keluaran 4:2 menekankan kepada kejujuran.

Keluaran 4:2 menyebutkan, TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat." itu artinya kejujuran yang ditunjukkan Musa saat itu adalah sebagai bentuk pemujian dan penyembahan yang tulus kepada Allah.

"Kejujuran sangat mempengaruhi Damai Sejahtera bagi kita. Ketika damai sejahtera atau kejujuran ada dihadapan kita maka hidup kita akan semakin bersukacita sebab Damai sejahtera adalah dilandasi oleh kejujuran," tuturnya.

Dia mengatakan, bahwa orang-orang jujur tidak akan pernah dipermalukan oleh Tuhan. "Orang yang jujur dan tulus akan dipakai oleh Tuhan. Tuhan akan memberikan berkat yang berkelimpahan dan kemurahan kepada kita sebagaimana yang diberikanNya kepada Musa," ucapnya.

Diakhir acara, Pdt. JM. Sinaga dalam khotbahnya menekankan agar umat Tuhan menjauhi sikap yang bebal. Jadilah orang yang bijaksana. "Orang bebal adalah orang yang kerap melakukan kesalahan yang sama. Dan anak-anak terang adalah anak yang bijaksana bukan umat yang bodoh," katanya.

Sedangkan keledai lanjutnya, tidak mau jatuh kedalam lobang yang sama. Untuk itu kita diajar melalui Firman Tuhan untuk hidup cerdik dan tulus seperti merpati.  

Sepertu dikutip dari Efesus 5:8 yang isinya "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang".

Sama seperti Salomo, dia tidak pernah meminta kekayaan, tapi meminta hikmad dan kebijaksaan. "Karena otomatis orang yang memiliki kebijaksanaan, orang yang memiliki hikmad dan arif maka dia akan diberkati dan tidak akan berkekurangan," pungkasnya.

Oleh: Freddy S
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment