Pdt. A. Tarigan, MTh: Dalam Keindahan Samosir, Nama Tuhan Harus Diagungkan

Pdt. A. Tarigan saat memberikan Khotbah di Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Pangururan, Minggu (27/11/2016) | Foto: Marco Tampan
Partukkoan - Samosir

Wasekjend Gereja Pentakosta, Pdt. A. Tarigan, MTh mengakui dan menganggumi keindahan pulau samosir. Dirinya sangat berharap dalam keindahan Samosir itu, nama Tuhan juga harus diagungkan.

"Sayang sekali kalau begini bagusnya pulau samosir, di sini nama Tuhan tidak diagungkan. Pokok doanya, Tuhan bagaimana caranya, biar Pulau Samosir ini semuanya meninggikan Tuhan seiring dengan keindahan karena dunia pasti datang kemari. Amerika, Asia, Eropa pasti akan datang kemari. lalu apa yang akan mereka bawa ketika datang kemari sebab Pulau Samosir ini indah," kata Tarigan saat memberikan kesaksiannya sebelum memulai khotbah di Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Pangururan, Minggu (27/11/2016).

Sebagai bentuk dukungannya terhadap pariwisata di Samosir maka pihaknya akan berencana membangun objek wisata berupa penginapan, Rumah Doa serta Salib bahkan salib tersebut rencananya akan menjadi salib tertinggi di dunia.

Pembangunan objek wisata itu kata dia, sudah mencapai 60 persen di daerah Parbaba Samosir dengan biaya Rp. 1 Miliar. Pembangunan itu lanjutnya, sudah dibicarakannya kepada Bupati Samosir dan Bupati mengaku sangat mendukung pembangunan tersebut.

Mungkin pembangunan ini tambah dia, akan terlihat lucu dan aneh bagi yang lain, tapi kita percaya semuanya oleh karena kuasa Tuhan pasti akan berjalan sesuai dengan harapan kita dan untuk kemuliaan namaNya. Nama objek wisata ini disebut objek wisata Puncak Taman Doa dan Reatret Center Parbaba Dolok yang rencananya akan launching pada tanggal 28 Desember 2016.

"Biarlah kesaksian saya ini, bisa menambah semangat bapak ibu, bagi kita mustahil tetapi bagi Tuhan tiada yang mustahil, Puji Tuhan," ucap tarigan.

Sementara dalam khotbahnya yang dikutip dari Roma 12:1 yang isinya "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati".

Melalui firman itu, Tarigan menekankan bahwa kekuatan itu ada di dalam Injil. "Karena banyak orang keliru, menganggap kalau sudah memiliki rumah, harta, gelar dan kekayaan maka dia akan diselamatkan padahal sesungguhnya kekuatan dan keselamatan itu ada di dalam Injil," katanya.

Firman ini diarahkan kepada orang-orang di Roma ditempati oleh orang orang terpintar di dunia waktu itu, kedaulatan dan kebudayaan yang paling dihargai waktu itu juga orang orang yang paling berhasil waktu itu tetapi Paulus berkata, hanya Injil kekuatan Allah.

Pada pasal 2, pasal 3, firman Allah berkata kepada orang Roma tidak ada satupun yang benar jangan kau berkata aku benar, itu bukan sifat anak Tuhan. "Sifat manusia selalu merasa lebih hebat dan lebih benar tetapi anak Tuhan, memiliki sifat yang rendah hati serep Ni Roha tidak sombong itulah anak Tuhan," ucap Tarigan.

Pada pasal yang ke-5 dan ke-6 Paulus berkata kepada jemaat yang ada di Roma datanglah ke Salib disana ada kebangkitan, disana ada kekuatan. "Karena ketika kematian kita bersatu dengan Yesus maka kita akan bangkit kembali dan terlahir baru," tuturnya.

Kemudian dalam khotbah Pendeta Tarigan mengharapkan kepada seluruh para Hamba Tuhan untuk tetap memperhatikan jemaatnya. Dia mengingatkan kalau dulu pada zaman pentakosta mula-mula para jemaat yang akan diangkat menjadi hamba Tuhan baik sintua guru ataupun pendeta maka mereka akan takut bahkan menangis."Tapi kalau sekarang, kalau ngga jadi dianggkat jadi marah. Jadi terbalik," ungkapnya.

Untuk itu dia meminta supaya setiap hamba Tuhan tetap berdoa menjadikan firman Allah sebagai kekuatan sehingga dalam melayani Jemaat menjadi lebih baik. Sebaliknya bagi para Jemaat agar tetap menghormati dan menghargai Imam dalam gereja.

Dan saya yakin gereja ini akan bertumbuh menjadi lebih baik, lebih besar karena sebelumnya saya mendengar informasi bahwa gereja ini akan dibangun lebih besar lagi Puji Tuhan," pungkasnya.

Seperti biasa, setelah ibadah selesai dilakukan, acara salam salaman juga dilakuka antara satu jemaat dengan jemaat lainnya serta jemaat dengan para hamba Tuhan. 

Oleh: Marcopolo Sitanggang
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment