KPK Sita Ratusan Juta Rupiah Dari Rumah Politikus PKS

Ilustrasi
Partukkoan - Jakarta

Diduga ada kaitannya dengan suap program aspirasi Komisi V yang direalisasikan ke proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pihak KPK melakukan penggeledahan di kediaman Wakil Ketua Komisi V DPR , Yudi Widiana Adia.

Hasilnya, KPK menyita ratusan juta rupiah dari rumah Yudi. Jumlah uang yang disita sebesar Rp 100 juta dan US$ 5 ribu. "Penyidik masih mendalami relasinya dengan perkara yang sedang ditangani terkait indikasi suap dalam kasus proyek di Kementerian PUPR ini," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Meski Yudi telah membantah, dengan menyebutkan bahwa uang tersebut adalah hasil bisnisnya, pihak KPK tidak tidak memperdulikan bantahan tersebut. Karena menurut Febri, KPK tidak akan menyita tanpa mengetahui detailnya, sehingga perlu dikonfirmasikan kepada yang bersangkutan.

"Ini yang memang perlu kami lakukan proses lebih jauh, apakah ada pihak lain yang juga ikut menikmati dana (suap proyek jalan) tersebut atau tidak," tambah Febri.

Hari ini, Yudi diperiksa sebagai saksi untuk dimintai keterangannya atas tersangka Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng.

Sebelumnya, Aseng dijerat sebagai tersangka karena diduga telah memberi hadiah kepada penyelenggara negara dengan tujuan agar Aseng mendapat persetujuan anggaran proyek di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Meski demikian, KPK belum merinci siapa pihak penyelenggara negara yang diberi suap oleh Aseng tersebut.

Atas perbuatannya, Aseng dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf A atau huruf B atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi (UU Tipikor). (P-02/Lp6)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment