DPRD Samosir Terima Aspirasi Pedagang SRO

Para pedagang saat berada di Kantor DPRD Samosir, Senin (30/01/2017) | foto: Ist
Partukkoan - Samosir

DPRD Samosir menerima Aspirasi puluhan pedagang pasar pagi bersama beberapa konsumen (pembeli) SRO (Siraja Oloan) Huta Siahaan Balian Pangururan Senin (30/01/2017) di ruang komisi I Desa Siopatsosor Parbaba. 

Para pedagang dan konsumen dijamu langsung oleh Ketua DPRD Samosit Rismawati Simarmata, Wakil Ketua DPRD Jonner Simbolon, Ketua Komisi II bidang UKM, Pedagang dan Pasar Tradisional Nasib Simbolon, Anggota DPRD Hendrik Naibaho dan Rosinta Sitanggang didampingi petugas keamanan dari Polres dan Satpol-PP.

Sejumlah 30 orang utusan dari 86 pedagang dan konsumen sampaikan Aspirasi dan minta perlindungan kepada DPRD Samosir. Dengan melampirkan surat dukungan dari masyarakat sekitar Pangururan yang juga konsumen sebanyak 453 orang menginginkan agar Pasar Pagi SRO harus ada dikota Pangururan. 

Selain itu mereka (para pedagang) juga melampirkan Surat Keterangan Kronologis tentang larangan berdagang di Pekan Tajur hingga pindah ke Pekan Pasar Pagi SRO, serta satu berkas permohonan pinjam pakai lahan kepada pemilik lahan SRO atas nama Eddy Naibaho yang ditandatangani oleh para pemohon berdagang sebanyak 73 orang. 

"Kami hanya ingin berjuang hidup, bukan untuk mau kaya" tandas Nai Heni Naibaho ketika memberikan aspirasinya dihadapan Ketua DPRD Samosir.

Menurut Nai Heni selama pindah ke tempat baru, dagangan mereka tidak laku, karena Satpol-PP selalu menghalangi pembeli untuk berbelanja.

Pedagang lainnya, Nai Tiar Sibagariang menganggap bahwa Pemkab Samosir tidak mendukung kepentingan rakyat hal ini dibuktikan dengan adanya pagar betis disekitar lahan SRO. 

"Padahal saya hanya berjualan sayur yang harganya juga paling tinggi sepuluh ribu, kalau saya sewa kendaraan ke Pasar Induk arahan Pemkab Samosir di Pekan Inpres Onan Baru dengan biaya 20 ribu lalu saya dan keluarga saya makan apa" keluh Nai Tiar.

Di lokasi yang sama, mewakili konsumen, Jamontang Simarmata warga Pangururan mengatakan bahwa dirinya merasa miris dengan sikap Pemkab Samosir yang tidak mendukung usaha masyarakat yang memperjuangkan keluarganya dengan berdagang di Pekan Pasar Pagi SRO. 

Dia meminta supaya Pekan SRO tetap diaktifkan. "Jika SRO tidak mendapat ijin pendiriannya maka kami menginginkan agar Pasar Lama yang sekarang dialihkan menjadi Open Stage, dikembalikan fungsinya menjadi Pekan Lama Tradisional, sejak dulunya juga Pekan Lama Pangururan ramai dikunjungi oleh pedagang dari luar daerah" pungkasnya.

Menanggapi tuntutan itu, Ketua DPRD Samosir Rismawaty Simarmata memberikan beberapa arahan berupa perda dan peraturan yang terkait dengan UKM dan Pasar Tradisional serta mengatakan agar seluruhnya tidak bertindak gegabah. 

"Kita juga punya rasa bagaimana seorang ibu memperjuangkan kehidupan dalam satu wadah keluarga, untuk itu kita akan ikuti dulu peraturan yang ada, dari banyaknya konsumen yang menandatangani sebanyak 453 orang agar lahan SRO diberi ijin oleh Pemkab Samosir ini sudah kuat acuannya sebagai dukungan terbentuknya Pasar Pagi. Untuk itu kami akan coba tindak lanjuti dengan melihat langsung kelokasi lahan SRO pada pukul 16.00 hari ini, apakah lahan tersebut memenuhi syarat sebagai tempat berdagang, selanjutnya dalam waktu dekat kita akan menyurati pihak Pemkab Samosir agar kita adakan RDP (Rapat Dengar Pendapat)" terangnya.

Sementara itu, Ketua komisi II bidang UKM, Dagang dan Pasar Tradisional Nasib Simbolon mengkritisi sikap Pemkab Samosir yang tidak melakukan pendekatan secara persuasif.  

"Sebenarnya disini ada kekurangan Pemkab, kenapa tidak ada sosialisasi terhadap pedagang, kami anjurkan Pemkab adakan pendekatan secara persuasif, kalau boleh kita ikuti isi Perda yang memperbolehkan pihak ketiga mengelola Pasar," ucap anggota DPRD dari partai PKB itu.

Oleh: Suriono Brandoi
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment