Kemarau Samosir, Warga Merana Tingkat "Dewa"

Dua warga samosir sedang berbincang-bincang tentang situasi musim kemarau berkepanjangan | foto: Ist
Partukkoan - Samosir

Musim kemarau sepertinya belum mau beranjak dari Pulau Kepingan Surga ini. Kemarau yang berlangsung sejak tahun 2016 lalu membuat warga terkhusus daerah desa yang jauh dari kota plus jauh dari perairan danau toba meradang bagai pungguk merindukan bulan. 

Air saat ini benar-benar barang yang sangat langka bagi mereka. Bulan oktober lalu, sempat curahan "madu" terkucur deras dari arah langit, seolah saat itu menjadi momen pelepasan dahaga yang sudah membahanabagi pegiat pengolah tanah. Tentu kondisi kemarau itu sangat berdampak bagi mereka (petani). Apalagi, jika lahan mereka jauh dari perairan danau toba. 

Belum lagi, ternak mereka yang terkapar di rumput kuning tanpa bening, tak tahu harus mengadu kepada siapa, lantaran sang tuan pun sudah ikut menjadi pening. Oktober kala itu mengobati derita dan melipur lara. 

Namun, hal itu tak berlangsung lama. Kemarau itu kini kembali membayangi, panas terik luar biasa di waktu siang, namun teramat dingin di waktu malam. Ada apa gerangan dengan bumi samosirku ini. Entahkah pengalaman ini juga menjadi bagian dari tapanuli sekitarnya. Aku belum tahu sampai kesitu. Beranjak dari tulisan sang penulis Bersihar Lubis dalam kolom yang dimuat di medan bisnis, dengan judul inflasi dan defisit air menggambarkan bahwa sumber air juga bisa didapat dari aliran-aliran sungai. Dan faktanya kini, sungai pun ikut mengering.

Bagai seorang, konsultan ternama saya sendiri kemudian mendapat keluh kesah dari mereka. Keluhan yang hampir sama dibenakku, mengapa hujan enggan "menghantam" samosir?.

Jawaban itu, sebenarnya sudah terjawab puluhan tahun lalu, ketika penyanyi kawakan Ebiet G Ade mengumandangkanya lewat lagu "Berita kepada kawan". Ya, benar mungkin Tuhan mulai bosan, atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita.

Lalu solusi mengatasi hal itu bagaimana?? Mari kita rujuk kembali dengan alam, mari kita lestarikan alam, mari kita cintai alam, dan yang terpenting mari kita rujuk kembali kepada Sang Pencipta. Sebab, satu hal yang pasti, Tuhan itu baik, baik kepadaku, dan baik kepada semua orang. Amin...

Oleh: Marcopolo Sitanggang
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment