Ulubalang Garda Wisata Kabupaten Samosir Segera Dibentuk

Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba Kabupaten Samosir saat menggelar rapat konsolidasi | foto: SBS
Partukkoan - Samosir

Setelah kepengurusan Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba Wilayah Kabupaten Samosir terbentuk pada 27 Januari 2017 lalu, yang Panglima wilayahnya diemban oleh Tuyes Rajagukguk, SPd. Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba Wilayah Kabupaten Samosir pun bergerak cepat dengan menggelar Rapat Konsolidasi perdana bersama para panglima Korps Ulubalang wilayah kecamatan di Kabupaten Samosir (11/2).

Panglima Wilayah Kabupaten Samosir, Tuyes Rajagukguk, SPd mengatakan rapat ini adalah konsolidasi untuk membahas tugas-tugas Korps Ulubalang Wilayah Kabupaten Samosir dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam menciptakan keamanan dan ketentraman di kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir sebagai daerah wisata yang potensial.

"Rapat ini bertema Making Toba Like in Paradise yang tujuannya untuk membuat kawasan wisata Danau Toba, khususnya wilayah kerja kita Kabupaten Samosir, serasa di surga yang dalam artian, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berwisata di Kabupaten Samosir," terang Tuyes 

Lanjut Tuyes, dalam waktu dekat Korps Ulubalang Wilayah Kabupaten Samosir akan silahturahmi sekaligus memperkenalkan keberadaan Korps Ulubalang Wilayah Kabupaten Samosir kepada Polres Samosir dan Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata.

"Komunitas Korps Ulubalang ini merupakan mitra pengamanan swakarsa yang membantu tugas pihak kepolisian yakni sebagai penjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba, sehingga nantinya kami akan sering berkoordinasi dengan Polres Samosir dan Pemerintah Kabupaten Samosir," kata Panglima Wilayah Kabupaten Samosir itu.

Tanpa bermaksud melangkahi wewenang panglima tertinggi Korps Ulubalang, secara singkat, Tuyes menjelaskan sejarah berdirinya komunitas yang didirikan pada tanggal 10 Juni 2016 dan mendapatkan SK Kemenkumham pada 23 Juni 2016 ini.

Awal mula lahirnya lembaga ini dari perhatian Pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi beserta Kabinet Kerjanya yang telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu dari sepuluh titik tujuan wisata potensial di nusantara ini dan telah dimasukkan dalam skala prioritas pengembangan kepariwisataan di tanah air.

Keseriusan pemerintahan Jokowi sudah dinyatakan dengan terbitnya kepres penggelontoran anggaran sekitar 21 Trilliun untuk tahap permulaan, yang sebagian akan digunakan untuk pembangunan jalan tol dari Bandar udara Kualanamu menuju kota Parapat.

"Saat ini juga sudah mulai dilakukan pembenahan yang signifikan dengan pengembangan run-way dan pembangunan terminal beserta fasilitas yang memadai di Bandara Silangit oleh PT. Angkasa Pura II, dengan menganggarkan dana yang tidak sedikit. Bandara ini sangat strategis, yang hanya berjarak 7 kilometer ke pinggiran Danau Toba, tepatnya di kota Balige, yang menjadi ibukota kabupaten Toba Samosir dan juga pembangunan infrastruktur jalan lingkar Samosir" terangnya.

Hal yang sangat serius sudah pula dilakukan pemerintah pusat, dengan adanya pembentukan Badan Otorita Pengembangan Pariwisata Danau Toba.

Lebih jauh, menyikapi pesatnya perkembangan wisata kawasan Danau Toba di masa mendatang, inilah saatnya para pemuda di kawasan Danau Toba dengan kerelaan hati dan terpanggil turut serta dalam memajukan pariwisata kawasan Danau Toba dengan membentuk suatu komunitas kearifan lokal yang telah ada di dalam sejarah peradaban masyarakat Batak. Yakni Ulubalang yang tugasnya menjaga keamanan dan ketenteraman di lingkungan masyarakat suatu wilayah.

"Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba ini bekerja tanpa pamrih, karena murni dengan alasan kecintaan kepada kampung sendiri. Sehingga didalam tugas tugas pengamanan seharihari, pasukan Ulubalang harus selalu Santun dalam bertutur kata dan selalu berperilaku sopan, beradat tetapi berani, tegas, bijaksana dan berwibawa," tandas Tuyes.

Menyadari hal ini, Tuyes mengaku sangat diperlukan dukungan semua pihak, terutama dukungan dan kesadaran dari masyarakat. Karena mengingat faktor keamanan dan kenyamanan adalah menjadi sebuah pertimbangan yang sangat penting bagi para wisatawan dan para calon investor yang akan menanamkan modalnya di industri pariwisata di kawasan Danau Toba. Kelemahan dalam Keamanan dan kenyamanan tentunya menjadi batu sandungan dan telah menjadi salah satu penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke Danau Toba nantinya.

"Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba ada di tujuh kabupaten yang bersentuhan dengan Danau Toba yaitu kabupaten Toba Samosir, Samosir, Simalungun, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara," pungkasnya.

Oleh: Suryono Subandrio Siringoringo
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment