Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba Gelar Rapat Koordinasi Perdana

Panglima Utama Korps Ulubalang berphoto bersama dengan Pangwilnya | foto: Suriono Brandoi
Partukkoan - Samosir

Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba menggelar rapat Koordinasi, Minggu,12 Maret 2017, di Star Beach Hotel Ajibata. Rapat dilaksanakan sebagai bentuk menyamakan persepsi terkait segala program jangka pendek dan jangka panjang, perapihan struktur, serta menampung berbagai masukan dari para Deputi, para panglima/wakil panglima 7 wilayah kabupaten.

Rapat yang bertajuk "LEADERSHIP BY EXAMPLE" (Kepemimpinan Berbasis Keteladanan) ini dipimpin langsung oleh Panglima utama, Santho A. Silalahi, S.Sos. 

Dalam arahannya, Santho menyampaikan, meski berasal dari berbagai organisasi, namun ketika memakai uniform Korps Ulubalang, maka kita semua harus memperjuangkan "roh" perkumpulan ini yaitu "Making Toba Like In Paradise".

"Semoga perkumpulan Korps Ulubalang ini menjadi perekat untuk kita semua orang Batak di tujuh Kabupaten di kawasan Danau Toba. Karena kita semua bersaudara dari satu leluhur yakni Siraja Batak, sehingga kita harus satu hati, satu tekad untuk mensukseskan kepariwisataan Danau Toba," harap Santho Silalahi.

Pada kesempatan itu, Panglima Utama Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba tersebut juga menceritakan sejarah singkat berdirinya perkumpulan yang ia gagas. Diawali dengan gagasan Presiden RI, Ir. Joko Widodo, melalui Menko Kemaritiman yang dipimpin oleh Rizal Ramli kala itu, mewacanakan secara serius atas pengembangan sepuluh titik destinasi wisata unggulan negeri ini, untuk dibangun dan dikelola secara serius. Salah satu yang langsung diwujudkan pemerintah adalah menjadikan Danau Toba menjadi Monaco Of Asia.

Keseriusan ini berlanjut dengan penerbitan Peraturan Presiden nomor 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan danau Toba. Dilanjutkan kemudian diterbitkannya Peraturan Presiden nomor 49 tahun 2016 tentang pembentukan Badan Pelaksana Otorita Pengelola Pariwisata Danau Toba (BPOPPDT). Para personel pimpinan BPOPPDT ini sudah disahkan dengan melaksanakan pelantikan mereka pada akhir tahun 2016 oleh Menteri Pariwisata RI.

Sejak gagasan pengembangan pengelolaan pariwisata ini dihembuskan pada tahun 2015, maka secara naluri, timbul kegelisahan di hati sang pendiri, organisasi  Korps Ulubalang, mengingat penduduk kawasan Danau Toba yang masih belum siap secara mental dan kapasitas keahlian menjadi tuan rumah yang baik dari sebuah destinasi wisata unggulan tingkat nasional terlebih internasional maka dibutuhkan  sebuah organisasi putera daerah yang didasari oleh panggilan kecintaan terhadap danau ini dan kepedulian yang tinggi atas segala kekurangan masyarakat kawasan danau ini.

"Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba, adalah sebuah perkumpulan putera daerah danau Toba,  yang secara resmi telah  memiliki badan hukum yang syah yang diterbitkan oleh pihak Kementerian Hukum dan HAM, dengan Nomor: AHU-0071092 AH.01.07. TAHUN  2016,  dan sebagai organisasi yang mengemban misi multi fungsi," kata Santho, Pendiri Korps Ulubalang.

Adapun misi Korps Ulubalang yakni menjadi teladan atau agent of change untuk perubahan sikap mental masyarakat kawasan danau Toba agar siap menjadi tuan rumah destinasi wisata kelas dunia yang baik. Memberikan pelatihan berbagai keterampilan kepada masyarakat, agar mampu menjadi para pelaku bisnis wisata professional (terutama dalam souvenir, kuliner dan jasa jasa lainnya) yang dibutuhkan para wisatawan.

Setelah nantinya dunia kepariwisataan Danau Toba sudah mengalami kemajuan, dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berlibur di kawasan ini, maka fungsi utama akan bertambah sebagai pengamanan swakarsa yang lahir dari putera daerah kawasan Danau Toba, akan memaksimalkan tugas tugas pengamanan, untuk membantu pihak otoritas keamanan di Republik ini, yaitu pihak Polri. Sinergitas antara Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba dengan pihak Polri  akan lebih ditingkatkan.

"Keindahan Danau Toba tentu tidak akan bisa terwujud menjadi "surga" bagi wisatawan, apabila tidak didukung kesiapan masyarakatnya menjadi tuan rumah yang baik. Hal inilah yang mendasari sang pendiri membuat sebuah tagline yang menjadi "ROH" organisasi ini yaitu "Making Toba Like In Paradise". Dan dengan mengusung motto: "Santun, Beradat, Berani, Tegas, Dan Berwibawa," Tegas Santho Silalahi.

Jauh sebelum Korps Ulubalang dibentuk, Lanjut Santho, para anggota perkumpulan ini telah turut serta dalam mensukseskan kawasan wisata Danau Toba dengan melakukan pembersihan pantai di beberapa kawasan Danau Toba, membantu even-even wisata yang diadakan pemerintah daerah seperti Turn Back Trail 2016 di Simalungun dan dalam waktu dekat ini, bulan April 2017, Korps Ulubalang Wilayah Kabupaten Simalungun akan menggelar lomba kreatifitas seni budaya di Kota Parapat.

Untuk itu, Panglima Utama Korps Ulubalang Garda Wisata Danau Toba meminta dukungan seluruh pihak demi suksesnya kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata terdepan di dunia.

Pada kesempatan itu, diadakan juga penyerahan SK Pengangkatan Panglima/wakil panglima kab. Karo dan kepada Panglima /wakil panglima Pasukan Khusus. Turut hadir dalam rapat ini ketujuh panglima wilayah Kabupaten se-kawasan Danau Toba, ormas kepemudaan, KNPI, IPK, dan lain sebagainya. (SBS)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment