Pasien BPJS KIS Samosir Kecewa, Uang Jaminan Tak Dikembalikan

Partukkoan - Samosir

Harus diakui era Pemerintahan RI di bawah kepemimpinan Presiden yang ke-7 Ir. Joko Widodo sudah banyak terjadi perubahan program pemerintah yang pro-membantu rakyat ekonomi kelas menengah kebawah. Salah satu program tersebut adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang telah banyak dinikmati warga yang tidak mampu di seluruh negeri ini.

Namun sangat disayangkan, program itu sepertinya tidak berlaku bagi warga Pangururan yang satu ini (korban) Mangihut Sitanggang (36) Warga Desa Lumban Pinggol Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Pasalnya pihak rumah sakit diduga tidak mengakomodir Kartu Indonesia Sehat yang dimilikinya. 

Kepada wartawan, korban mengaku bahwa pihak rumah sakit disinyalir telah melakukan praktek penipuan pada pasien. Dirinya mengaku dibebankan biaya sebesar Rp. 365.000,- sebagai uang jaminan menunggu korban membawa kartu BPJS.

Linda Br Baho (59) ibu korban menyampaikan kekecewaanya atas tindakan pihak managemen rumah sakit tersebut, karena kurang profesional dalam memberikan pemahaman terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS). "Jadinya uang jaminan itu tidak lagi dikembalikan kepada kami," kata Linda, Kamis (13/04/2017).

Kronologis Kejadian

Menurut cerita Linda Naibaho, awal kejadian anaknya dilarikan ke rumah sakit akibat serangan binatang peliharaan (babi-red). Sekira pukul 00.16 Wib dini hari, Mangihut Sitanggang mengalami luka serius dibagian kaki karena di serang hewan peliharaanya yang baru beranak itu.  

Akibatnya, saat itu juga Mangihut di bawa ke rumah sakit umum hadrianus sinaga untuk mendapat pertolongan. 

"Di rumah sakit, anak saya memang langsung mendapat pertolongan. Tapi karena panik kami tidak membawa kartu BPJS KIS. jadi, waktu itu kami harus memberikan jaminan sejumlah uang agar anak kami boleh pulang," ungkap Linda.

Uang itu tambah Linda adalah sebagai jaminan sesuai dengan perjanjian lisan antara pihak keluarga dan rumah sakit sampai semua persyaratan administrasi yakni kartu BPJS-KIS, surat rujukan dari puskesmas, surat keterangan Kepala Desa dan KTP Pasien serta Kartu Keluarga (KK) harus diserahkan pada hari Kamis sebelum pukul 12.00 Wib.

"Tapi ketika semua berkas persyaratan itu kami bawa ke ruang administrasi gawat darurat, uangnya tidak dikembalikan dengan alasan sudah lewat 1x24 jam," ucap wanita setengah baya itu.

Kepala Rumah Sakit Hadrianus Sinaga dr. Friska Situmorang ketika ditemui di Rumah Sakit, mengarahkan wartawan agar konfirmasi langsung kepada staf yang membidangi pelayanan rumah sakit umum Hadrianus Sinaga. "Kebetulan hari saya harus ke Grand Dainang untuk menghadiri acara. Coba langsung ke Ibu Astina Sinaga," ucapnya.

Sementara, Astina Sinaga ketika dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan akan menemui oknum pegawai yang bersangkutan dan menanyakan hal tersebut. "Saya janji akan menghubungi saudara untuk langsung konfirmasi kepada yang bersangkutan," kata Astina.

Oleh: Hatoguan/ Junjungan
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment