Ini Alasan Medsos Dikritik Parlemen Inggris

Ilustrasi
Partukkoan - Inggris

Lantaran belum mampu menangkis atau memfilter konten ilegal dan ekstremis yang banyak di upload di media sosial seperti facebook dan twitter serta youtube, anggota Komite Parlemen Inggris mengeluarkan kritik.

Menurut komite parlemen itu, banyak konten atau materi ektremis yang muncul dan diketahui pihak media sosial namun tidak juga dihapus. 

"Kegagalan perusahaan media sosial dal menangani materi online yang ilegal dan berbahaya adalah sesuatu yang memalukan. Mereka berulang kali diminta memiliki sistem yang lebih baik untuk menghapus materi ilegal seperti perekrutan teroris atau kekerasan terhadap anak-anak. Berulang kali mereka gagal melakukannya. Ini memalukan," kata Chairwomen parlemen Home Affairs Select Committee, Yvette Cooper dikutip dari Reuters, Senin (01/05/2017).

Untuk itu, Pemerintah Inggris diminta agar mempererat aturan dan hukum terkait konten atau materi yang dimuat di media sosial tersebut. Selain itu, perusahaan media sosial juga diminta untuk membuat dan mempublish laporan moderisasi mereka.   

Menanggapi itu, Pemerintah Inggris akan melihat respon dari media sosial. Salah satunya adalah dengan mengembangkan berbagai alat dalam memfilter sekaligus menghapus propaganda teroris yang muncul di dinding media sosial.

Pemerintah Inggris juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi teroris menyebarkan propaganda melalui internet. "Kami tidak akan membiarkan internet dijadikan alat bagi teroris, termasuk media sosial," pungkas Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd. (P-6)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment