Gagal Panen Padi, Petani Tobasa Rugi Ratusan Juta Rupiah

Ilustrasi padi diserang hama | dok. Kementerian Pertanian
Partukkoan - Tobasa

Para Petani di Desa Patane V dan Patate III, Kecamatan Porsea, Toba Samosir mengalami gagal panen padi dengan luas areal sekira 8 Ha. Hal itu membuat para petani merugi hingga ratusan juta rupiah. 

“Kami tidak tahu entah hama apa yang menyerang sehingga tanaman padi kebanyakan tidak mempunyai isi. Sepengetahuan kami, di sekitar desa sini sudah mencapai 8 hektare areal persawahan yang terkena serangan hama yang sama,” ucap salah seorang petani di Desa Patane V Jonner Sitorus (56) sebagaimana dikutip dari New Tapanuli, Selasa (03/07/2017).

Para petani lanjut Jonner terpaksa membiarkan tanaman padi yang seharusnya sudah dipanen akibat bulir padi hampa atau bapuk. Akibat para petani mengalami kerugian Rp250 juta.

Petani juga mengaku kecewa kepada Dinas Pertanian Toba Samosir (Tobasa) karena dianggap kurang peduli. Menurut Jonner Sitorus, permasalahan yang dihadapi oleh petani setiap tahun berulang-ulang dan tidak pernah ada solusi yang diberikan pemerintah melalui dinas terkait.

“Banyak kendala dan permasalahan yang dihadapi petani saat memulai dan merawat tanaman padi. Namun, Dinas Pertanian tidak peduli dan tidak mau pusing dengan masalah yang dilaporkan para petani. Mereka berpakaian rapi, tertawa riang, memikirkan pembagian proyek dan tidur di kantor,” kata petani lain.

Jonner mengungkapkan, Dinas Pertanian juga sudah pernah meninjau areal persawahan yang terserang hama pada Maret lalu. Setelah melakukan peninjauan dan membawa sampel tanaman padi, mereka berjanji akan memberikan obat-obatan kepada para petani. Namun janji mereka tidak terealisasi hingga akhirnya petani gagal panen.

“Setelah kami lapor kepada Dinas Pertanian tentang hama yang menyerang tanaman padi kami, mereka turun meninjau. Setelah sampel dibawa, mereka berjanji akan membawa obat-obatan kepada kami. Sampai sekarang yang menjanjikan obat-obatan untuk tanaman padi kami tidak nampak,” kesalnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaaten Toba Samosir Galumbang Sibarani mengaku sangat kecewa dengan kinerja Kadis Pertanian dan Perkebunan. Sebab, laporan dan keluhan para petani tidak ditanggapi. Sselain itu, dinas pertanian juga melakukan pembohongan kepada petani.

Galumbang meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Toba Samosir segera mengevaluasi kinerja Kadis Pertanian dan Perkebunan saat ini. (NT)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment