Kapolri Dipanggil Presiden, Novel: Itu Hal Positif Tapi Saya Tidak Yakin

Novel Baswedan | foto: net
Partukkoan - Jakarta

Pemanggilan yang dilakukan Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian  terkait teror yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan ternyata dianggapnya  (Novel/korban-red) kurang memyakinkan.

"Ya, saya melihat itu sebagai hal positif walaupun saya tidak yakin, kenapa? Saya khawatir juga Pak Kapolri diberi masukan yang palsu dari anak buah," ucap Novel dikutip dari detikcom, Senin (31/07/2017).

Dia menduga, pemanggilan itu hanya untuk membahas hal-hal yang formal saja, termasuk dengan pemeriksaan para saksi.

"Yang dilaporkan adalah, oh telah diperiksa saksi-saksi, oh ini telah ada alibi dan lain-lain. Apa sulitnya membuat alibi-alibi begitu, toh juga fakta-fakta yang diungkap itu, yang saya contohkan tadi, salah satu adalah fakta yang menurut saya adalah pengelabuan, itu fakta yang nggak benar," katanya.

Selain itu, Novel juga mengaku kecewa atas diungkapnya identitas para saksi di publik. Menurutnya, hal itu adalah bagian dari teror kepada saksi. "Ndak boleh begitu," tandas pria yang mendapat teror dengan cara disiram air keras pada 11 April 2017 lalu.

Oleh: Liken
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment