Perantau Batam Tabur Bibit Ikan dan Tanam Pohon di Samosir

Hinca Panjaitan saat memimpin ritual adat Batak sebelum penaburan ikan | foto: Suriono Brandoi
Partukkoan - Samosir

Sebagai wujud kerinduan terhadap bona pasogit, 24 orang batak dari perantau Batam yang bergabung dalam komunitas Mitra Tapanuli bersama Hinca Panjaitan (Sekjen Partai Demokrat) menggelar wisata budaya ke Kabupaten Samosir.

Para perantau Batak yang terdiri dari anggota DPRD, pengusaha, kontraktor dan tokoh batak yang menetap di Batam ini akan mengikuti kegiatan selama 5 hari sejak kedatangan mereka pada Rabu, 5 Juli 2017 ke Samosir.

Adapun kegiatan yang akan diikuti antara lain menanam pohon di sekitar danau Toba, melepaskan ribuan benih ikan Mas dan ikan Pora-pora serta membantu program Pemprov Sumut melestarikan tradisi dan budaya leluhur di tanah Batak. Tujuannya, agar tercipta rasa cinta terhadap kampung halaman.

Pantauan wartawan, Penaburan ikan yang mereka adakan pada Jumat, 7 Juli 2017 di tepi Tao Toba (Persinggahan Ompu Tao Toba) Simullop, Kecamatan Pangururan ternyata memiliki keunikan tersendiri.

Sebelum ikan ditabur, para perantau Batam yang dikoordinasi Hinca Panjaitan menggelar acara ritual adat di lokasi Persinggahan Ompu Tao Toba. Dua cawan yang masing-masing berisi 7 daun sirih, 7 telur dan 7 jeruk purut disediakan sebagai persembahkan kepada kedua keturunan Siraja Batak yakni Raja Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. 

Dan masing-masing perwakilan dari para perantau yang merupakan keturunan Raja Tatea Bulan dan Raja Isumbaon memegang cawan sebagai persembahan kepada leluhur.

Selanjutnya, Hinca Panjaitan memulai ritual adat dengan memohon doa kepada Ompu mula jadi nabolon melalui Siraja Batak, Raja Tao Toba dan Raja Tatea Bulan serta Raja Isumbaon agar memberkati niat baik para perantau Batam dalam menabur bibit ikan di Danau Toba. Sebagai wujud kepedulian terhadap Danau Toba.

Usai melakukan ritual, dilanjutkan dengan penaburan bibit ikan nila, dan ikan mas sekaligus kedua persembahan yang ada di dalam cawan ke Danau Toba.

Hinca Panjaitan yang diwawancarai seusai penaburan bibit ikan mengapresiasi niat baik para keturunan Siraja Batak yang merantau di Batam tersebut. Hinca mengaku bahwa ide penaburan bibit ikan ini merupakan ide para perantau Batam. Dan kebetulan dia diminta untuk mendampingi mereka.

"Penaburan bibit ikan ini bukan hanya sekedar penaburan ikannya saja yang ingin kita tunjukkan. Namun ada pelajaran tentang budaya Batak yang harus dilestarikan disini. Acara ritual adat yang kita gelar tadi kiranya tetap dilestarikan agar para leluhur kita merestui," kata Hinca Panjaitan.

Ditengah gencarnya upaya pemerintah memajukan pariwisata Samosir, Ia berharap agar pemerintah jangan melupakan bahwa maju tidaknya pariwisata Samosir, ada 3 aspek yang diperhatikan yakni, Aspek Insfrastruktur, SDM, dan Budaya. Dan paling utama yang harus diperhatikan adalah aspek Budayanya.

"Samosir itu memang indah, namun wisatawan akan cepat bosan jika tidak ada hal yang bisa membuat mereka betah," kata Sekjen Partai Demokrat itu.

Sementara itu, Salah satu perwakilan rombongan perantau Batam, Tumbur Sihaloho (Anggota DPRD Kepri) mengatakan bahwa awal lahirnya ide dan kumpulan ini berawal dari diskusi ringan di kedai kopi. Dan komunitas ini bukan semacam organisasi atau disusupi kepentingan politik. Di komunitas ini berbagai profesi bercampur baur.

"Komunitas ini lahir murni karena kerinduan dan kepedulian akan Danau Toba dan Bona Pasogit. Harapannya, hal kecil yang kami perbuat ini berguna bagi Danau Toba. Terutama populasi ikan di Danau Toba bisa berkelanjutan dinikmati generasi mendatang," ujar Sihaloho.

Koordinator Grup Mitra Tapanuli, Sahat Tambunan mengatakan, selain mengingat tanah leluhur Batak para perantau asal Tapanuli ini juga bisa berbagi informasi seputar pengembangan pariwisata di Samosir dan Kepri.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan semangat bagi para perantau mengingat tradisi dan budaya dari tanah leluhur di toba,” ujarnya.

Grup Mitra Tapanuli sendiri dua kali melakukan kunjungan ke Samosir sejak 2016 lalu. Grup Mitra Tapanuli mengikuti kegiatan tradisi dan pelestarian budaya dengan berdirinya “Rumah Hela”, yang saat itu dihadiri Hinca Panjaitan selaku Sekjen Partai Demokrat. Selain itu, juga melakukan penanaman pohon di sekitar pinggiran Danau Toba guna menjaga pelestarian lingkungan.

“Nah kegiatan penabur ribuan benih ikan hari ini ke danau guna meningkatkan pendapatan warga yang tinggal di area Danau Toba,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang peserta dari tokoh masyarakat Batak di Batam, Jhonson Fidoli Sibuea. Menurut Jhonson, pelepasan ribuan benih ikan ini sekaligus untuk meningkatkan perkembangbiakan jenis ikan yang sudah termasuk langka seperti ikan pora-pora dan ikan mujahir di Danau Toba.

Jhonson menegaskan, wisata kali ini untuk menggerakan warga batak yang tersebar di seluruh Indonesia ataupun di luar negeri agar mau peduli dan cinta tanah kelahirannya, serta meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan di Toba dan sekitarnya.

Meskipun kegiatan Group Mitra Tapanuli ini kelihatan kecil dan sederhana, namun Jhonson yakin akan memberi dampak yang besar bagi masyarakat Samosir dan sekitarnya di kemudian hari.

Seusai penaburan ikan, dilanjutkan dengan wisata Budaya ke Rumah Hela, tempat Ompu Raja Isumbaon yang terletak di Simullop, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir sekaligus penanaman ratusan pohon di kaki gunung Pusuk Buhit. (SBS)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment