Ini Alasan Peneliti Kumpulkan Pembalut Bekas Di India

Ilustrasi Pembalut | foto: net
Partukkoan - Samosir

Ada kegiatan unik yang dilakukan para peneliti di sebuah desa daerah Maharashtra, India. Mereka (peneliti) mengumpulkan pembalut bekas yang sudah penuh oleh darah menstruasi.

Ternyata, tujuannya adalah untuk memeriksa para wanita di lokasi itu terhadap risiko kanker serviks. 

pemimpin studi dr Atul Buduhkh dari Tata Memorial Centre mengatakan, lebih dari seperemat kasus kanker serviks dunia datang dari India namun masih sedikit dari para wanita yang memeriksakan diri dengan alasan fasilitas yang masih minim, serta sulitnya wanita di sana mau diperiksa karena dianggap tabu.

"Para wanita desa ini sering merasa malu, takut, dan menganggap pemeriksaan kanker serviks sebagai sesuatu yang tidak penting," ucap dr Atul sebagaimana dilansir BBC, Senin (11/9/2017).

Dari 500 sampel pembalut yang terkumpul, tes DNA yang dilakukan ditemukan sebanyak 24 wanita positif terinfeksi oleh human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks dan perlu mendapat penanganan lebih lanjur.

Pengujian ini kata Atul, belum dapat dilakukan secara rutin, mengingat biaya dan waktu yang dikeluarkan lumayan tinggi. Sehingga cara pap smear dan inspeksi visual asam asetat (IVA) masih bisa dianggap menjadi metode terbaik untuk pemeriksaan dini. 

Kemudian, wanita yang enggan diperiksa dapat diberi penyuluhan melalui tokoh masyarakat supaya penyakit tersebut dapat di deteksi lebih dini.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment