Miris! Masih Ada Warga Samosir Yang Hidup Tergantung Dari Air Hujan

Ilustrasi
Partukkoan - Samosir

Tidak hanya di Samosir, dimanapun kita berpijak, tidak satupun mampu bertahan hidup tanpa air, karena air adalah sumber kehidupan bagi seluruh ciptaan di bumi. Namun bagaimana jadinya, jika sumber air tidak dapat ditemukan di sekeliling kita.

Demikian pula yang dialami warga di Lumban Bagas, salah satu dari beberapa huta (perkampungan) di Desa Huta Tinggi Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Dimana warganya hidup hanya mengharapkan turunnya Air Hujan untuk kebutuhan air minum.

“Kami warga disini hanya berharap turun hujan. Kami kerap menangis, sebab kebutuhan air minum, mandi dan cuci pakaian, kami harus turun ke Pasar (Kota Pangururan yang dekat dengan tepian Danau Toba-red) saat musim kemarau tiba,” ucap Sitanggang salah satu warga yang sengaja mendatangi beberapa awak media di lokasi. 

Lebih lanjut, Sitanggang mengharapkan supaya keluhan mereka dipublikasikan, dengan harapan agar pemerintah memikirkan nasib warga yang kesulitan Air di Lumban Bagas Desa Huta Tinggi.

Untuk menanggapi hal itu, Kepala Desa Huta Tinggi Kornel Naibaho ketika dikonfirmasi, tidak berada di kantornya. Beberapa warga menyebutkan, Kornel sedang sibuk dalam pelayanan masyarakat dilapangan.

Perlu diinformasikan, jarak antara tepian Danau Toba dengan Lumban Bagas hanya berkisar tiga kilometer lebih dengan jumlah penduduk di sekitar desa Huta Tinggi cukup ramai.

Oleh: Helbos
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment