Kemendes: Jumlah Pendamping Desa Masih Kurang

Ilustrasi
Partukkoan - Jakarta

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menyebutkan hingga saat ini jumlah pendamping desa masih sebanyak 30.000. Sehingg dianggap masih kurang sesuai dengan jumlah kebutuhan sebanyak 70.000 orang pendamping desa.

Selama ini proses perekrutan kata Eko, dilaksanakan dengan ketat. Pada 2016 Kementerian Desa PDTT mulai menggandeng perguruan tinggi untuk mengawal proses rekrutmen pendamping desa bersama masing-masing pemerintah provinsi.


"Sedangkan pada tahun ini rekrutmen kami lakukan secara online sehingga tidak ada yang bisa titip-titip (menyuap) lagi," katanya di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Selasa (10/10/2017).

Menurutnya, melalui proses penyaringan yang baik, akan memberikan kualitas pendampingan yang baik bagi perangkat desa dalam mengelola dana desa. "Mulai tahun lalu kualitas pendampingan semakin membaik," katanya.

Meski jumlah pendamping desa belum ideal, Eko mencatat adanya tren peningkatan pemahaman kepala desa dalam mengelola dan melaporkan hasil penggunaan dana desa. "Rapornya (kemampuan mengelola dana desa) terus meningkat," ucapnya.

Hal itu dibuktikan dari penyerapan dana desa tahun 2016 yang jauh meningkat yakni 97 persen dari Rp46,9 triliun, dimana tahun sebelumnya hanya terserap 82 persen dari Rp20,8 Triliun.

"Tahun ini tahap pertama sudah terserap 100 persen. Total semua sudah 87 persen, berarti tahap ke dua sudah terserap 27 persen," kata dia.

Dikatakan, untuk dana desa selama tiga tahun terakhir, negara telah mengucurkan dana dengan total anggaran Rp120 Triliun ke desa. (P-11/ant)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment