Revisi UU ASN Tak Digubris, Honorer Akan Gelar Aksi Demo

Partukkoan - Jakarta

Revisi UU ASN yang telah disetujui DPR RI hingga saat ini belum juga dibahas oleh pihak eksekutif (pemerintah). Meski Presiden telah mengeluarkan Surpres terkait itu, tiga menteri yakni Menkumham, Menteri Keuangan dan Menpan RB belum juga melakukan revisi UU Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). 


Untuk itu, ribuan honorer didominasi guru honorer akan melakukan aksi unjuk rasa ke Istana Negara. Selain itu, honorer juga dikabarkan akan melakukan aksi di wilayah masing-masing.

"Aksi akan dilakukan jika sampai tanggal 25 Oktober 2017, UU Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak direvisi," tegas Ketua Umum Forum Honorer Kategori 2 Indonesia, Titi Purwaningsih beberapa waktu lalu.

Aksi ini kata Titi, dilakukan untuk mendesak revisi UU ASN segara dibahas sesuai dengan surpres. Sehingga memungkinkan guru honorer diangkat menjadi PNS. 

“Yang dikerahkan (ke Istana Negara) minimal 10.000 orang. Kita punya dua teknis, di istana dan di seluruh provinsi,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Istana Negara pada tanggal 10 Oktober lalu. komunikasi tersebut disampaikan perwakilan guru honorer untuk melakukan aksi dalam menyampaikan aspirasi kepada presiden. 

Perlu diketahui, Revisi UU ASN sangat diharapkan honorer sebagai jalan satu-satunya menjadi CPNS karena terhambat batasan umur. Jika usianya melebihi 35 tahun, maka guru honorer K2 tidak bisa diangkat menjadi PNS.

Sementara untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) seperti tertuan dalam UU ASN saat ini dianggap sulit bagi honorer, karena harus melalui enam tahap seleksi. (P-02)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment