Penerimaan CPNS Tahap II Belum Bisa? Mengapa?

Ilustrasi Ujian CPNS | Foto: net
Partukkoan – Jakarta

Penerimaan CPNS Tahap II bakalan mengalami kemoloran. Hal ini dikarenakan belum semua instansi penyelenggara rekrutmen CPNS tahap II menyelesaikan rangkaian seleksi. Itu artinya penetapan nomor identitas pegawai hanya diberikan kepada peserta yang lolos seleksi rekrut men CPNS tahap I.

Demikian dikatakan Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan sebagimana dilansir Okezone, Selasa (05/12/2017).

Menurut informasi, Seleksi rekrutmen CPNS tahap kedua diikuti 61 instansi pemerintah baik pusat atau pun daerah. Seleksi CPNS tahap II ini menyediakan 17.928 formasi. Tercatat 1.295.925 pelamar mengikuti tahapan seleksi. Sebelumnya pemerintah juga melakukan seleksi tahap CPNS tahap I yang diikuti dua instansi, yakni Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung.

”Untuk MA dan Kemenkumham pemberkasan sudah masuk. Sudah di lakukan verifikasi dan validasi. Kalau untuk periode kedua ini tidak bisa,” kata Ridwan.

61 instansi yang melakukan seleksi CPNS pada tahap kedua lanjut Ridwan belum mengirimkan dokumen-dokumen pemberkasan. Bahkan sebagian besar in stansi-instansi tersebut baru melakukan pengumuman setelah 1 Desember.

”Kita belum terima. Jadi pemberkasannya pun akan terlambat. Saya kira baru minggu-minggu ini dikumpulkan kembali untuk pemberkasan di instansi masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, sebelumnya pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan agar instansi yang membuka seleksi CPNS untuk tepat waktu. Dua instansi yang diperingatkan sebelumnya adalah Provinsi Kalimantan Utara serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Tentang CPNS, Tenaga Honorer Kecewa Kepada Pemerintah

Karena adanya ketidakpastian penerimaan CPNS, masyarakat banyak yang memberikan respon dan kritikan kepada Pemerintah. 

“Sampai saat ini kejelasan revisi UU ASN saja belum ada. Ditambah lagi penerimaan CPNS tahap kedua pun belum jelas. Entah apa maunya Pemerintah. Kita masyarakat jadi bingung,” kata Freddy salah seorang honor kepada Partukkoan, Selasa (05/12/2017).

Menurutnya, jika persoalan ini (CPNS-red) terus menerus menggantung, maka elektabilitas Jokowi sebagai pemimpin akan menurun. “Itu sudah pasti. Dan ada pengaruhnya di Pilpres 2019 kedepan. Tenaga honor mana yang tidak  kecewa. Gaung revisi UU ASN sampai saat ini belum ada,” pungkas pria yang pernah berjuang untuk kemenangan Jokowi-JK itu.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment