Penyebar Video Yang Berkonten Ujaran Kebencian Ditangkap

Kapolres Banjarnegara, AKBP Nona Pricilia Ohei memperlihatkan barang bukti yang disita dalam kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian. (Foto: Liputan6.com/Polres Banjarnegara/Muhamad Ridlo)
Partukkoan - Banjarnegara

Seorang guru swasta dan juga seorang ASN ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Resor Polres Banjarnegara, Jawa Tengah lantaran menyebarkan video berkonten ujaran kebencian dan berpotensi memecah belah masyarakat. 

Awalnya video itu disebar melalui grup WhatsApp dan akhirnya menyebar dengan cepat. Melihat itu, kemudian Ketua DPRD Banjarnegara sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Banjarnegara, Nuryanto membuat laporan karena video tersebut dianggap meresahkan.

Akun WhatsApp dengan nama Kartuna Semarkid, yang belakangan diketahui sebagai tersangka A diduga kuat telah mengunggah video berjudul “PDI P dan PKI Siap Membantai Umat Islam” ke grup aplikasi pesan beranggotakan puluhan orang tersebut.

Video itu dinilai berpotensi memecah belah umat dan menebar kebencian, termasuk ke sesama umat Islam. Sebab itu, Nuryanto pun melaporkan terduga pengunggah video yang mengandung ujaran kebencian ini.

Pihak Kepolisian yang mendapat laporan kemudian melakukan penyelidikan dengan melibatkan saksi ahli, baik ahli bahasa, ahli pidana dan ahli Teknologi Informasi (IT).

“Ini berawal dari laporan kemudian kami lidik dan akhirnya berkembang penetapan tersangka," kata Kepala Polres Banjarnegara, AKBP Nona Pricilia Ohei dalam keterangan pers, Rabu, 21 Februari 2018.

Kedua tersangkan yakni A merupakan ASN di Kabupaten Banjarnegara, sementara S merupakan guru honorer di sebuah sekolah di Banjarnegara. "Tersangka mengakui perbuatannya dan menyesal," Nona menambahkan.

Namun Kapolres tidak menjelaskan video ujaran kebencian yang dimaksud. Tapi ketika ditelusuri memang ada video dengan judul yang sama, yakni “PDI P dan PKI Siap Membantai Umat Islam”.

Meski demikian video ini belum bisa dipastikan yang disebar oleh kedua tersangka sehingga akhirnya menjerat mereka menjadi tersangka dugaan penyebaran ujaran kebencian.

A dan S dianggap menyebarkan informasi yang betujuan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan di masyarakat berdasarkan Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tersangka diancam dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak satu miliar rupiah sesuai Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. (Lp6/P-02)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment