3 Warga Negara Turki Lakukan Kejahatan Membobol ATM di Bali

Partukkoan - Denpasar

3 Warga Negara asal Turki, Dogan Kimis (43), Mehmet Ali Mentes (31) dan Tayfun Koc (36) diamankan oleh tim opsnal Ditreskrimum Polda Bali di dua lokasi berbeda. Ketiganya merupakan sindikat pembobolan uang nasabah pada mesin ATM lintas negara.

Dua pelaku, Mehmet dan Tayfun ditangkap saat sedang membobol ATM di minimarket Canggu Mart, jalan Batu Mejan, Canggu, Kecamatan Kuta Utara. Dua orang asing tersebut diketahui tengah beraksi memasang router atau alat perekam data nasabah pada mesin ATM.

"Router ini dihubungkan ke ATM. Kalau ada orang masukin kartu ATM secara otomatis datanya akan terekam pada alat itu," ujar Direskrimum Polda Bali, Kombes Sang Made Mahendra Jaya, saat gelar perkara di kantornya, Senin (12/03/2018).

Pelaku juga memasang panel berisi kamera pada atas keypad untuk merekam nomor pin nasabah. Data nasabah yang telah direkam tersebut selanjutnya dikirim kepada seseorang bernama Tugay Kemir yang berada di Istanbul, Turki. Setelah diolah, data dikirim kembali ke para pelaku di Bali.

Setelah perekaman data secara ilegal ini rampung, para pelaku mulai beraksi sesuai peran masing-masing.

"Awalnya kedua pelaku (Mehmet dan Tayfun) ditangkap di atm di kawasan Canggu saat melakukan skimming pada skimmer di ATM. Mereka diamankan di TKP sekitar jam 4 dini hari," imbuh Mahendra.

Tak hanya dua kedua pelaku, polisi juga menciduk satu orang lagi. Yakni Dogan, di salah hotel di jalan Dewi Sartika, Kuta beberapa jam setelah penangkapan pertama. Pria yang berprofesi sebagai nahkoda kapal kargo ini merupakan pelaku utama.

Perannya adalah mengakses, merakit, mengolah data dan memasukkan data ke kartu atm. Kepada polisi, pelaku mengaku baru beroperasi selama dua hari, mulai tanggal 7 hingga 9 maret.

"Pengakuannya baru dua kali beraksi. Tapi sudah ada 12 laporan ATM yang dibobol," kata perwira melati tiga di pundak ini.

Berdasarkan data yang diterima penyidik dari pihak bank ada 12 laporan dengan kerugian mencapai Rp 119,6 juta. Alat yang digunakan dalam aksinya ini mereka dapatkan dengan membeli dari China.

Berdasarkan catatan pasport dari ketiga pelaku, menunjukkan catatan persinggahan perjalanan adalah Malaysia, Thailand dan Bali, Indonesia. Polisi menduga pelaku melakukan aksi kejahatannya di tiga negara.

Polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 17.848.000. 100 dolar dan 75 ringgit malaysia. Serta sejumlah barang berupa 4 buah perangkat router, 4 panel kamera, 5 unit laptop, 78 kartu magnetik dan peralatan untuk merakit alat skamming. (dtc)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment