Tegas, Warga Samosir Diminta Perangi Narkoba Sejak Dini

Wakil Bupati Samosir saat memberikan pengarahan | foto: Fb
Partukkoan - Samosir

Wakil Bupati Samosir Ir. Juang Sinaga mengajak seluruh warga Samosir untuk memerangi narkoba sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan tempat tinggal masing-masing. Hal tersebut dikatakan Wabup pada ceramah hukum di Aula Kantor Camat Simanindo, Kamis (15/03/2018). 

"Narkoba merupakan musuh bersama, harus diberantas. Sebagai daerah wisata, tidak terpungkiri perdaeran akan semakin banyak, untuk itu kita harus tetap waspada," kata Juang Sinaga

Dikatakannya, Narkoba umumnya mengincar para generasi muda, anak yang sedang berkembang, remaja, pelajar karena mereka lebih mudah untuk dipengaruhi. Untuk itu dia menekankan agar orangtua peka terhadap perilaku anaknya, mengenali perubahan sikap dan mengawasi keberadaan anak. 

"Pengawasan orangtua kepada anak harus diperketat, dengan demikian anak akan semakin sulit untuk tejerumus ke jurang narkoba," lanjutnya.

Dirinya dengan tegas meminta agar masyarakat tidak segan-segan untuk menginformasikan kepada pihak kepolisian apabila ada pengguna narkoba di lingkungan masing-masing. 

"Banyak orang yang segan melapor diakibatkan adanya hubungan kekeluargaan terhadap pengguna narkoba, takut karena diancam. Hal ini harus dirubah, kita harus berani mengambil tindakan agar perkembangan narkoba tersebut tidak merebak," tegasnya.

Menurutnya, lebih baik satu orang yang jadi korban daripada perbuatanya (pengguna narkoba-red) merusak mental generasi muda. 

Identitas para pelapor kata Juang akan dijamin dan dilindungi Undang-Undang. Sementara orangtua atau wali anak yang mengetahui anaknya dibawah umur yang menjadi pecandu narkoba untuk tidak segan-segan melaporkan kepada polisi.

Sebab jika dilaporkan, tidak akan dituntut pidana melainkan akan direhabilitasi (sesuai dengan UU No 35 tentang TP Narkotika pasal 128 ayat 2). Dan apabila tidak dilaporkan atau ditutup tutupi maka akan dipidana 6 bulan denda Rp. 1 juta (sesuai dengan UU No 35 tentang TP Narkotika pasal 128 ayat 1). 

Asisten Tata Praja dan Kesra, Drs. Mangihut Sinaga, MM menegaskan perlunya kesadaran hukum dikalangan masyarakat. "Kiranya hukum itu menjadi kebutuhan yang harus dipatuhi jangan karena adanya paksaan," tandas Mangihut. 

Dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi pelanggaran hukum seperti kriminalitas, premanisme, penipuan, narkoba, pelanggaran lalu lintas, pembunuhan, korupsi , pelanggaran HAM sampai pada pelanggaran berbasis teknologi (hoax). 

Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya kesadaran hukum yang menjadikan manusia tidak bermoral. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum untuk kehidupan masyarakat yang tertib dan aman. 

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumut Juraini Sulaiman S.H, M.Hum menyebutkan, masyarakat miskin berhak mendapat bantuan hukum dari pemerintah secara cuma-cuma. Bagi masyarakat yang memerlukan bantuan hukum secara cuma-cuma dapat menghubungi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumut dengan menunjukkan bukti surat miskin. 

Selanjutnya pihak Kanwil Kementerian Hukum dan HAM akan menunjuk salah satu Lembaga Bantuan Hukum/OBH untuk menjadi kuasa hukumnya dengan biaya yang akan ditangggung pemerintah. (***)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment