Tokoh Pemuda dan Masyarakat Angkat Bicara Kasus Pelecehan Seks di Samosir

Ketua DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait bersama Ketua DPC TMP Samosir Renaldi Naibaho | sumber foto: facebook
Partukkoan - Samosir

Kabupaten Samosir sebagai tanah leluhur dan beradat mulai tercoreng oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kali ini, kasus memalukan terjadi di Kecamatan Simanindo. Seorang oknum karyawan pelebaran jalan nasional Lingkar Samosir, PT Pembangunan Perumahan (PP), berinisial PS (19) diduga melakukan pelecehan seks kepada siswa SD Negeri 21 Simanindo, MS (7) warga Huta Sinapuran di Huta Langat Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo, Rabu (28/2) lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun beberapa wartawan di Samosir yang menyambangi kediaman keluarga korban menerangkan kronologis kejadiannya, MS yang masih duduk di bangku SD bersama kedua teman sekolahnya CS dan GS baru pulang dari sekolah sekitar jam satu siang.

Pada saat itu pelaku (PS) menawari korban dan teman-temannya dengan uang pecahan dua ribu rupiah, sembari mengajak mereka ke daerah perladangan jagung yang berada di Huta Langat (TKP). Lalu pelaku memaksa para siswi SD itu melakukan hal yang tidak baik. 

"Pada saat itu, CS dan GS langsung berlari, sedangkan MS masih tinggal di TKP karena tangan sebelah kiri korban dipegang pelaku, dan selanjutnya pelaku mencium wajahnya, memeluk, dan memasukkan jari tangannya ke kemaluan korban," kata keluarga korban.

Menurut keluarga korban, peristiwa dugaan pencabulan tersebut telah dilaporkan ke Polres Samosir pada Jumat, (2/3) lalu dengan nomor STPL : 25/III/2018/SMR/SPKT.

Menanggapi peristiwa memalukan ini, organisasi pemuda dan tokoh adat di Kabupaten Samosir angkat bicara. Ketua DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Samosir, Renaldi Naibaho dan Ketua GAMKI Kabupaten Samosir, Tumpal Siregar mengutuk keras aksi bejat pelaku pelecehan seksual anak di bawah umur tersebut.
Ketua GAMKI Kabupaten Samosir, Tumpal BT. Siregar | foto: fb
Renaldi Naibaho sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi anak dibawah umur. "Ini sudah keterlaluan apalagi terjadi di wilayah Samosir yang masih kental dengan adat istiadat Batak. Kita minta supaya pelaku dihukum seberat beratnya, bila perlu di hukum mati," tegas Renaldi.

Ketua DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Samosir itu juga meminta pihak kepolisian supaya serius menangani kasus ini untuk segera menangkap pelaku.

Hal senada juga disampaikan ketua DPC GAMKI Kabupaten, Tumpal Siregar. Ia meminta agar pelaku sesegera mungkin ditangkap pihak Polres Samosir dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dengan hukuman seberat-beratnya. Karena menurutnya, kasus ini jelas telah mencoreng nama baik Kabupaten Samosir sebagai tanah leluhur terlebih beban psikologi yang dirasakan anak.

"Tangkap pelaku sebelum masyarakat mencari pelaku," kata Tumpal.

Tak hanya tokoh pemuda, dari kalangan orang tua selaku pelaku adat di Samosir, Jabarang Simbolon, ketua FKDM (FORUM KEWASPADAAN DINI MASYARAKAT) Kabupaten Samosir juga ikut bersuara dan mengecam kasus pelecehan seksual anak di bawah umur ini. Jabarang meluapkan kemarahan terhadap pelaku lewat umpasa bahasa Batak yang maknanya agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
Ketua FKDM Kabupaten Samosir Jabarang Simbolon | foto: fb
"Naso adat naso uhum mambaen tu dakdanak pangalaho mangalakkup, ikkon baenon ma "Tu hau si tabaon, Tu aek Sinongnongon jala Hu api Situtungon"  asa pandoraan tu nanaeng ro jala unang maruli ulik manang marula ulak," tegas Jabarang Simbolon.

FKDM, lanjutnya, akan tetap memantau perkembangan atas pencarian pelaku dan sekaligus menggiring kasus ini nantinya sampai di pengadilan.

Terpisah, Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat melalui Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Agus Maryana yang dikonfirmasi pada Kamis, 8 Maret 2018 menegaskan, pihaknya membenarkan adanya laporan kasus pelecehan seksual anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Simanindo.

Terkait perkembangan kasus ini, AKP Agus Maryana mengatakan bahwa pihak Polres Samosir sudah selesai mengumpulkan data-data berupa meminta keterangan dari keluarga korban, kepala desa maupun perusahaan yang bersangkutan.

"Saat ini kita sudah melakukan tahap lidik dan proses sidik. Dan saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri dari kawasan Kabupaten Samosir," katanya.

Bagian Umum PT. PP, S. Manalu membenarkan bahwa PS merupakan karyawan dari perusahaan PP. “Kami sangat bersikap kooperatif dan siap mendukung penegakan hukum kepada pelaku. Serta menyerahkan penuh seluruh persoalan itu kepada penegak hukum yang ada di Samosir,” terangnya. (Suriono Brandoi). 
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment