Prancis Taklukkan Argentina, Kylian Mbappe Jadi "Jagoan"

Pemain Argentina Messi (kustom nomor 10)
Partukkoan - Samosir

Kekalahan tim Argentina dan Messi membuat para penggemarnya kecewa. Hal ini terlihat dari banyaknya kekecewaan netizen yang diluapkan melalui media sosial. Beberapa status mengarah bahwa Messi harus angkat koper dan kembali ke asalnya.

Kemenangan Prancis ketika melawan tim Argentina tidak terlepas dari sosok Kylian Mbappe. Pemain muda yang masih berusia 19 tahun itu berhasil menghadiahkan dua gol bagi timnya.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menempatkan Mbappe sebagai sayap kanan dalam formasi tiga penyerang.

Dalam pertandingan, sebuah pertanyaan muncul ketika strategi permainan Argentina secara khusus Messi berubah. Pada susunan pemain, Messi bermain sebagai penyerang tengah. Namun, kerap bermain terlalu dalam dan lebih mirip sebagai gelandang tengah.

Setelah kedudukan 1-1 pada babak pertama,  bek kanan Argentina, Gabriel Mercado, berhasil membawa timnya memimpin 2-1 pada menit ke48. Gol ini berasal dari tendangan Messi memanfaatkan bola muntah yang kemudian disambut Mercado.

Tapi, menit ke-57, bek kanan Prancis, Benjamin Pavard, giliran menyamakan kedudukan timnya 2-2 setelah menerima umpan silang dari geandang Blaise Matuidi.

Pada menit ke-64, Kylian Mbappe mengawali kemenangan Prancis 3-2.  Setelah menguasai bola muntah dari Blaise Matuidi, Mbappe berhasil membobol gawang Argentina.

Hanya empat menit berselang, Mbappe memperbesar kemenangan Prancis 4-2 setelah menerima umpan silang dari penyerang kawakan, Olivier Giroud. Dalam injury time, menit ke-90+3, Sergio Aguero yang turun sebagai pemain pengganti berhasil memperkecil kekalahan Argentina menjadi 3-4. 

Dalam babak pertama, Angel Di Maria menyamakan kedudukan Argetina 1-1 pada menit ke-41 dengan tendangan kaki kirinya. Awal terjadinya gol dari tendangan penjuru Lionel Messi yang dihalau bek Prancis, Benjamin Pavard.

Meski gelandang Prancis, Blaise Matuidi, sempat melakukan pelanggaran terhadap Lionel Messi pada menit ketiga, tapi awal  babak pertama ini didominasi serangan Prancis.

Berbagai tekanan dilakukan Prancis, diantaranya melalui Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Olivier Giroud, dan Paul Pogba. Kecepatan pergerakan Mbappe sering merepotkan pertahanan Argentina. Permainan Messi dan kawan-kawan baru berkembang setelah kebobolan.

Awal gol buat keunggulan Prancis terjadi pada menit ke-11. Saat itu, wasit dari Iran,  Alireza Faghani, memutuskan untuk memberikan hadiah penalti setelah melihat rekaman dari Video Assitant Referee (VAR).

Bek tengah Argentina, Marcos Rojo, terlihat melakukan pelanggaran terhadap Kylian Mbappe. Griezmann melakukan eksekusi  hadiah penalti itu dengan baik untuk membuat Prancis memimpin 1-0.

Lionel Messi dan Angel Di Maria  diharapkan menjadi nyawa dari serangan Argentina menghadapi Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 ini. Tapi, dalam awal babak pertama, Messi bermain terlalu ke dalam. Adapun Di Maria hanya sempat bersinar sebentar

Dalam susunan pemain, Messi melakukan start sebagai penyerang tengah didampingi Di Maria di kiri dan Cristian Pavon di kanan dalam formasi 4-3-3.

Sedangkan Antoine Griezmann dan penyerang kawakan Olivier Giroud  menjadi tumpuan Prancis untuk membongkar pertahanan Argentina. Griezmann bermain di belakang Giroud dalam formasi 4-2-3-1.

Susunan Pemain Starter:

Prancis: Lloris, Pavard, Varane, Umtiti, Hernández, Kanté, Pogba, Mbappé, Griezmann, Matuidi, Giroud

Argentina: Armani, Mercado, Otamendi, Rojo, Tagliafico, Mascherano, E Pérez, Banega, Pavón, Messi, Di María

Wasit: Alireza Faghani (Iran)

(Tp/p-1)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment