Demi Belajar, Para Siswi Samosir Ini Berani Arungi Danau Toba Dengan Sampan Kecil

Para siswi yang akan bertolak menuju rumahnya masing-masing di Pandulangan melalui danau toba dengan menggunakan sampan kecil dari pantai Sitanggang Bau, Sabtu (21/07/2018)
Partukkoan - Samosir

Pendidikan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan menjadi modal kelak dalam meraih cita-cita termasuk untuk memajukan nusa dan bangsa.

Hal itu pun menjadi prioritas bagi Presiden Joko Widodo dalam memajukan pendidikan di Republik ini. Berbagai program dibuat demi pendidikan, termasuk salah satunya dengan keluarnya Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Anak-anak kita harus sekolah supaya bisa bersaing dengan semua negara," kata Jokowi dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, sebagaimama dilansir kumparanNEWS.

Meski demikian, tidak semua pendidikan dapat di ikuti dengan mulus dan lancar. Misalnya sebagaimana yang dialami ke enam pelajar SLTP warga Pandulangan, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-mula Kabupaten Samosir ini.

Demi sekolah, 6 remaja ini setiap harinya harus berangkat dari rumah menuju sekolah, dengan sampan mesin berukuran kecil. Hebatnya, mereka sendiri sebagai nahkoda kapal dan anak buah kapal (ABK).

"Meski angin kencang dan ombak besar, kami tetap naik sampan mesin untuk berangkat dan pulang sekolah. Setiap harinya, berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB dan perjalanan 1 jam lebih. Kami biasanya tiba di sekolah pukul 07.10 WIB," ucap salah seorang siswi kepada wartawan di tepi pantai Sitanggang Bau Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sabtu (21/07/2018).

Siswi SMP N.2 Pangururan ini mengaku, ada rasa takut saat berlayar. Terlebih setelah adanya kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun baru baru ini yang membuat ratusan penumpang tidak ditemukan. Namun mereka terpaksa.

"Kami sendiri yang membawa kapal secara bergantian. Sebenarnya takut, tapi terpaksa. Sering juga angin kencang dan ombak besar. Kami tidak pakai pelampung. Kalau BBM pulang dan pergi 4 liter/hari. Berharap ada angkutan dari darat," harap mereka.

Para sisiwi itu antara lain, Daniyanti Sinurat, duduk di kelas IX (15), Imelda Lestari Sigiro, kelas IX (14), Inda Dinata Malau, kelas IX (14), Jelita Leviana Sigiro, kelas IX (14), Teresia Sigiro, kelas VII (12), dan Helmida Simarmata, kelas VII (12).

Menanggapi hal itu, Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon melalui pesan WhatsApp kepada wartawan memberikan respon singkat. "Ok, masukan dan informasi yang bagus," tulis Bupati.

Ketika disinggung tentang pelampung bagi ke enam siswi tersebut, Rapidin mengatakan bahwa itu merupakan prioritas. "Oh, sangat prioritas," tulis Rapidin.

Editor: J. Marpaung/Helbos
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment