Iran Akan Hancurkan Amerika Serikat Jika Berani Menyerang

Mayor Jenderal Soleimani yang memimpin Kekuatan Quds Pengawal Revolusioner elite Iran/ parstoday
Partukkoan - Teheran

Seorang Jenderal pasukan khusus Iran mengatakan akan "menghancurkan semua yang dimiliki AS" jika Negara adidaya itu berani menyerang Iran.

Mayor Jenderal Qassem Soleimani memperingatkan Presiden Donald Trump jika berani melakukan serangan, maka Republik Islam akan mengakhirinya, demikian laporan kantor berita Iran, Tasnim sebagaimana dikutip dari BBC, Senin (30/07/2018).

Sebelumnya Trump mentweet dengan huruf besar memperingatkan presiden Iran untuk "tidak pernah, selamanya" mengancam AS. Terjadi peningkatan ketegangan sejak AS mundur dari kesepakatan Iran tahun 2015.

Mayor Jenderal Soleimani yang memimpin Kekuatan Quds Pengawal Revolusioner elite Iran, mengatakan, "Sebagai seorang tentara, adalah kewajiban saya untuk menjawab ancaman Anda.

Presiden Iran kepada Menlu AS: "Siapa Anda mengapa berani membuat keputusan untuk Iran dan dunia?"

"Bicara kepada saya, bukan ke presiden [Hassan Rouhani]. Tidak terhormat bagi presiden kami untuk menjawab, " tegas Soleimani

"Kami di dekat Anda, di mana tempatnya Anda tidak bisa membayangkannya. Mari datang. Kami siap.

"Jika Anda memulai perang, kami akan mengakhiri perang. Anda tahu perang ini akan menghancurkan semua milik Anda."

Dia lalu menuduh presiden AS menggunakan bahasa "klab malam dan bangsal perjudian".

Hari Minggu, Trump mengirim tweet mengancam presiden Iran.

https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1021234525626609666
https://twitter.com/JZarif/status/1021471196242735104

Tetapi dua hari kemudian, saat berbicara dengan kelompok veteran, presiden mengatakan AS "siap melakukan kesepakatan sebenarnya" dengan Iran. Tweet kemarahan Trump adalah menjawab peringatan Rouhani kepada Amerika.

"Amerika seharusnya mengetahui bahwa perdamaian dengan Iran adalah perdamaian yang sebenarnya, dan perang dengan Iran adalah perang sebenarnya," katanya sebelumnya, menurut kantor berita pemerintah Iran, Irna.

Pada bulan Mei, Trump mengumumkan AS menarik diri dari kesepakatan nuklir zaman Obama dengan Iran, bertentangan dengan masukan dari sekutu Eropa. Trump mengatakan kesepakatan Iran "cacat sampai ke intinya".

Trump akan umumkan keputusan nuklir, Iran 'jalin hubungan konstruktif'
Iran membalas dengan menyatakan sedang mempersiapkan pengayaan uranium kembali, yang merupakan inti pembuatan senjata dan energi nuklir.

Washington sekarang menerapkan kembali sanksi kepada minyak dan ekspor pesawat ke Iran serta perdagangan logam berharga di samping sektor-sektor lainnya, meskipun dikecam Inggris, Prancis, Cina, Rusia dan Jerman, yang semuanya menandatangani kesepakatan 2015.

Tetapi terdapat juga berbagai hal lain. AS sangat mencurigai kegiatan Iran di Timur Tengah dan membuat persekutuan dengan Israel dan Arab Saudi, dua negara musuh Iran.

Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk perdamaian dan sejalan dengan kesepakatan tahun 2015 serta telah diverifikasi Badan Tenaga Atom Internasional. (BBC)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment