Mengejutkan, Pengacara Habib Rizieq Ini Jadi Caleg Dari PDIP

Kapitra Ampera | Sumber foto: facebook
Partukkoan - Jakarta

Kabar mengejutkan datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera ternyata ikut menjadi calon legislatif dari partai banteng moncong putih itu.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Kapitra, diminta masyarakat Sumatera Barat menjadi calon wakil rakyat.

"Ya sebagaimana kami nyatakan, dialog kami dengan masyarakat Sumbar itu betul-betul memang menghendaki adanya jembatan penghubung dengan PDIP sehingga yang bersangkutan memang dicalonkan oleh PDIP dari dapil Sumbar," ucap Hasto di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Hasto mengatakan, PDIP terbuka untuk semua kalangan. PDIP menyambut baik semua tokoh yang mau berdialog dan bekerja sama membangun bangsa.

"PDIP membangun jati dirinya sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya sehingga mereka yang bergabung dan menyatakan PDIP partai yang berdiri kokoh dengan Pancasila, maka dialog kami lakukan dengan baik," lanjut Hasto.

Sementara itu, Kapitra akhirnya bicara soal kabar pencalegannya. Kapitra menegaskan belum pernah bertemu dengan Hasto. "Wallahi, seumur hidup saya belum pernah bertemu Hasto, belum pernah bicara sama Hasto. Wallahi," tutur Kapitra seperti dilansir detik.com, Selasa (17/7/2018).

Kapitra lalu mengecek pernyataan Hasto yang mengatakan bahwa pencalegan dirinya atas aspirasi masyarakat Sumatera Barat. Dia menegaskan aspirasi itu menjadi urusan partai, tak terkait dengan dirinya.

"Kalau itu yang diminta aspirasi masyarakat Sumatera Barat, ya itu urusan partai," katanya.

Kapitra sendiri mengaku tak pernah punya rencana nyaleg. Dia juga mengatakan pernah mendapat tawaran untuk bergabung ke dalam parpol. Kapitra tidak secara tegas menerima atau menolak tawaran tersebut. Dirinya hanya mengatakan amal perbuatan akan mendapat ganjaran yang lebih baik saat dilakukan dalam kondisi sulit.

"Begini, ladang amal yang punya nilai tinggi itu di tempat yang punya kesulitan lebih tinggi, di tempat yang komunitasnya minoritas, di tempat yang background-nya dan polemik yang begitu marak. Bagaimana mendirikan ukhuwah keimanan dan rahmatan lil alamin di tengah-tengah gurun pasir, di tengah pasar, di tengah gurun pasir, di tengah mal, di tempat yang kering, itu adalah jihad yang sebenarnya. Dengan itu, kita memberikan akhlakul karimah mencegah orang dari nahi mungkar karena kita ikut berkontribusi positif," ujar Kapitra menjawab pertanyaan apakah dirinya benar menjadi caleg PDIP.

"Dan hal itu, dibandingkan kalau semua orang (hanya ada) dalam satu komunitas, tak akan ada perbaikan di tempat lain. Jadi kalau ada tawaran untuk beramal saleh di ladang yang kering, di tempat terbuka, di tempat yang banyak persepsi dan komunitas, itulah yang jadi tantangan. Bahwa berlian itu akan tetap berharga di mana pun dia ditempatkan," sambungnya.

Seperti diketahui, Kapitra adalah pengacara Habib Rizieq yang aktif tampil hingga akhirnya penyidikan kasus dugaan chat porno kliennya dihentikan oleh Polri. Kapitra juga mengkritik Persaudaraan Alumni 212 yang mencoret Tuan Guru Bajang dari daftar rekomendasi capres. (dtc/jm)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment