Pemerkosa Mahasiswi RI di Belanda Ditangkap

Polisi Belanda | Sumber foto: pixabay
Partukkoan - Jakarta 

Pemerkosa mahasiswi RI di belanda akhirnya berhasil ditangkap polisi setempat. Pemerkosa diduga berusia 20 tahun dan kini ditahan pihak keamanan belanda. 

Seperti dilaporkan media NOS, Kamis (26/7/2018), polisi tak menjelaskan bagaimana cara mereka menangkap pelaku. Namun polisi mengaku cara kerja mereka merupakan 'kerja kuno detektif'. 

Menurut informasi yang dihimpun partukkoan, peristiwa itu berawal ketika Mahasisiwi RI itu hendak kembali ke indekosnya di Herman Bavinckstraat, pada pukul 05.00, Sabtu (21/7).  Dia mengendarai sepeda dari Stasiun Kereta Rotterdam Centraal dengan jarak sekitar 4,4 kilometer.

Sekitar 1,5 jam kemudian, saat dia baru tiba di depan indekosnya dan sedang mengunci sepeda, tiba-tiba seorang pria menyerangnya dan memperkosanya. Selanjutnya dalam kondisi terluka, dia memberitahu tetangganya yang merupakan seorang perempuan lanjut usia.

"Kejadiannya brutal sekali," kata seorang tetangga lanjut usia kepada Algeemen Dagblad.

"Di luar sudah terang, semua orang bisa lihat. Saya sedang menonton televisi dengan gorden tertutup. Saya dengar orang berlari. Kemudian saya dengar orang bilang, 'tidak', dan merintih. Saya tidak lihat ke luar karena saya pikir itu anak-anak muda yang baru bepergian semalaman. Kalau saya tahu saya sudah menghubungi polisi," lanjutnya.

Menurut laporan harian tersebut, kepolisian menduga bahwa pelaku telah mengikuti korban beberapa kilometer sebelum indekos.

Investigasi sementara aparat menunjukkan bahwa tersangka berusia 20-an tahun, berkulit gelap, memakai baju berponco, dan mengendarai sepeda berwarna gelap.

Dalam keterangan kepada majalah Universitas Erasmus Rotterdam (EUR), ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Rotterdam, Zaid Ramadhan Hanan, mengaku telah mendatangi rumah sakit dan memastikan bahwa korban merupakan mahasiswi EUR dan bukan mahasiswi pertukaran sebagaimana disebutkan di sejumlah media.

Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamamad Iqbal, menegaskan bahwa tim Kedutaan Besar RI di Belanda akan terus memberikan pendampingan serta berkoordinasi dengan otoritas setempat.

"Keluarga meminta untuk diberikan privasi dalam kasus ini. Sesuai SOP Kemlu kami harus menjaga identitas korban," tandas Lalu. (p/dtc)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment