Minta SK 579 Dicabut, Pemuda Samosir Gelar Upacara HUT RI ke-73 di Pusuk Buhit


Para Pemuda Samosir menggelar Upacara HUT RI ke-73 di Gunung Pusuk Buhit Samosir | sumber foto: IMMAS Samosir
Partukkoan - Pangururan

Dalam rangka HUT Republik Indonesia ke-73, beberapa pemuda Samosir melakukan upacara bendera dan aksi penolakan SK 579 yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan RI di Gunung Pusuk Buhit yang diklaim sebagai kawasan hutan, pada Jumat lalu (17/8/2018).
 
Dilansir SAMOSIRNews, Ketua Pelaksana Edis Silalahi, Minggu (19/8/2018) mengatakan, kawasan Pusuk Buhit dan perkampungan yang ada di sekelilingnya, tidak boleh dijadikan kawasan hutan negara kerena sudah dihuni penduduk sejak lama.

"Dengan demikian, pemerintah harus mempertimbangkan SK 579 itu untuk dicabut dan mengembalikan hak masyarakat," tegasnya.

Senada dengan Edis, Ketua IMMAS Wulan R. Nainggolan meminta perhatian pemerintah. Atas dasar itulah mereka melaksanakan upacara HUT RI di kawasan Pusuk Buhit.

Menurut dia, idealnya harus ada pemetaan kawasan hutan yang matang sebelum dikeluarkannya SK 579 khususnya di Kabupaten Samosir.

"Dari Desa Tanjung Bunga sampai daerah Simullop sudah ada penghuninya sebelum Indonesia ini merdeka," ucap Wulan.

Dia menambahkan, kawasan Pusuk Buhit harus dilepas dari SK 579 dijadikan kawasan tanah adat.

Dalam upacara perayaan HUT RI di Gunung Pusuk Buhit itu, dihadiri perwakilan pemuda dari berbagai daerah yang berdarah Batak dan menolak SK Nomor 579.

Para kalangan muda yang menunjukkan kepeduliannya atas keluhan masyarakat Samosir, sengaja melaksanakan upacara di kawasan Pusuk Buhit.

Hal itu merupakan bentuk empati kalangan muda, atas klaim pemerintah dengan SK 579nya terhadap tanah masyarakat.

Sumber: Samosir News
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment