Pemuda yang Cabuli ABG dan Sebar Videonya Ternyata Gigolo

Ilustrasi
Partukkoan - Bandung

Pemuda (FS) atau Farid (26) yang melakukan pencabulan terhadap seorang Anak Baru Gede (ABG) berusia 13 tahun serta menyebarkan video mesumnya ternyata adalah seorang gigolo.

Hal ini beradasarkan pengakuan pia tersebut di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (10/8).

Dilansir detik.com, Farid bertualang seks dimulai sejak ia lulus SMP. Perkenalannya dengan seks, berawal dari teman ibunya yang juga tetangga rumahnya.

"Sejak lulus SMP. Saya lupa usia berapa, pokoknya waktu saya masih di bawah 17 tahun lah," kata Farid

"Pertama kali dengan teman ibu saya," kata Farid menambahkan.

Farid menjalin hubungan dengan teman ibunya yang juga tetangganya itu dimulai ketika ia sering mengantar ke pasar. Di saat itulah, keduanya mulai saling memiliki ketertarikan. 

"Dia tetangga saya juga. Sudah tahu saya dari kecilnya saya. Suka minta anter kalau belanja," tuturnya.

Hubungan keduanya makin intens. Hingga mereka berlanjut berhubungan di ranjang. Farid mengaku dia diajak oleh rekan ibunya tersebut.

"Dia yang ngajakin. Dia juga yang mengajarkan saya (seks)," ucap Farid.

Dari situlah, perasaan suka terhadap perempuan dewasa mulai timbul. Farid kerap mengincar perempuan dewasa yang disebutnya 'tante girang' di mal-mal di Bandung. Setelan rapi dan necis, jadi modal Farid menggaet tante-tante.

"Sejak SMP sampai terakhir bulan Februari, ada 30 lebih perempuan. Rata-rata di atas 30 tahun," ucapnya.

Menggaet tante-tante sudah jadi pekerjaannya. Setiap kali berhubungan badan, lelaki mengaku gigolo ini mendapatkan bayaran rendah Rp 100 ribu dan paling besar Rp 10 juta. 

"Kadang saya yang menawarkan kadang mereka yang langsung ke saya," kata Farid.

Farid punya cara untuk menggaet tante-tante di Bandung. Dia bercerita, untuk mendapatkan tante-tante setiap mal di Kota Bandung ia kunjungi. 

Menurut Farid, biasanya tante-tante 'nakal' kerap nongkrong di mal-mal ternama di Bandung. 

"Targetnya suka ada di mal-mal, yang lagi merokok, sosialita lah," lanjutnya.

Setiap kali datang ke mal, Farid kerap berdandan necis atau berpakaian rapi. Sebab, kata dia, pria yang rapi kerap jadi incaran para tante-tante. Setibanya di mal, Farid datang ke suatu tempat. Dia berdiri di depan tante-tante.

"Tante-tantenya sudah tahu, pokoknya yang setelan rapi. Nanti kita kasih kode-kodean dengan kedipan. Tantenya yang mengedip. Baru dari situ saya samperin ajak kenalan dan lainnya," ucap Farid.

Usai berkenalan, proses negosiasi berlangsung. Menurut Farid, tak butuh waktu lama untuk lanjut cek in ke hotel. 

"Gimana situasi saja. Kadang langsung (check in) kadang butuh waktu beberapa hari dulu. Untuk durasi mainnya, paling sebentar satu jam," kata Farid.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengatakan, Farid selama ini memang eksis ke tante-tante. 

"Indikasi yang kita dapat dan peroleh, dia mengaku selalu bersetubuh dengan perempuan yang lebih tua," ucap Umar.

Kiprah Farid bersama tante-tante tamat saat menjajaki perkenalan dengan seorang perempuan ABG usia 13 tahun yang jadi korban video pornonya. Farid jatuh hati dan mengaku ingin menikahi secara resmi. Akan tetapi, Farid justru menyetubuhi dan menyebar luaskan video mesumnya ke teman-teman korban.

Farid dijerat pasal berlapis yakni Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak atas perbuatannya menyetubuhi anak di bawah umur. Farid juga diancam hukuman Pasal 27 Undang-Undang ITE atas sebaran video mesumnya. (dtc/p)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment